Selasa, 19 Oktober 2021

Jadi Tersangka, Budi Tak Garang Lagi

BK Tunggu Laporan Resmi Anggota DPRD Tersangka Pencurian Sawit

Rabu, 16 Juni 2021 | 08:41:11 WIB


Budi Azwar saat diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Jambi
Budi Azwar saat diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Jambi / dokumentasi - Metrojambi.com

KUALATUNGKAL - Sejak ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencurian tandan buah segar (TBS) sawit, anggota DPRD Tanjung Jabung Barat Budi Azwar tak lagi bersedia memberikan komentar. Padahal, saat awal dilaporkan oleh PT Produk Sawitindo Jambi (PSJ), Budi sangat garang membantah.

“Kalau soal itu, ya, saya serahkan semuanya ke kuasa hukum saya, karena semuanya sudah saya serahkan ke kuasa hukum,”  kata anggota Komisi I DPRD Tanjab barat dari Partai Golkar itu singkat ketika dimintai tanggapan oleh Metro Jambi, Selasa (15/6).

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jambi menetapkan Budi sebagai tersangka dalam kasus pencurian TBS di kebun PT PSJ dalam kapasitasnya sebagai ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Pelang Jaya. Dugaan pencurian dilakukan pada April lalu di Afdeling VI Kebun Taman Raja.

Sebelum Budi Azwar, penyidik telah menetapkan tiga rekannya sebagai tersangka, yakni A yang menjabat Wakil Ketua KSU Pelang Jaya, S sebagai sekretaris koperasi, dan M sebagai bendahara koperasi. Kerugian yang dihitung oleh perusahaan mencapai Rp 200 juta.

Beberapa saat setelah dilaporkan oleh manajemen perusahaan di bawah Makin Group tersebut, Budi menunjukkan kemurkaannya di hadapan sejumlah awak media. “Saya akan laporkan balik ke Mabes Polri karena saya tidak bersalah,” kata Budi, Senin (22/3).   

Menurut Budi, tindakan PT PSJ dengan melaporkan dirinya bersama pengurus koperasi lainnya sangat tidak baik karena tidak ada pencurian sama sekali. “Yang manen (TBS sawit) itu orang perusahaan, yang ngawas pihak perusahaan. Semuanya dari perusahaan," ujarnya.

Budi mengaku siap digantung di Tugu Monas Jakarta jika apa yang dilaporkan oleh perusahaan tersebut terbukti. Katanya, PT PSJ telah mencemarkan nama baiknya sebagai anggota DPRD Tanjabbar dan selaku Ketua KSU Pelang Jaya.

"Kalau terbukti saya siap digantung. Kalau terbukti,” tandasnya kala itu.

Kini Budi tidak segarang itu lagi. Namun, dia menyebutkan bahwa walau ditetapkan sebagai tersangka dia tetap berkegiatan sebagai anggota Dewan. “Aktivitas kita tetap jalan seperti biasa. Rapat-rapat Dewan tetap dijalankan. Sekarang lebih fokus ke pekerjaan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, bila tiga rekannya yang telah ditetapkan sebagai tersangka juga ditahan oleh penyidik, terhadap Budi belum dilakukan penahanan.

Sementara itu, Badan Kehormatan DPRD Tanjab Barat siap memproses Budi sesuai mekanisme dan kewenangan. Hanya saja, ungkap Ketua BK DPRD Tanjab Barat Abdurahman,  mereka belum menerima surat penetapan tersangka terhadap Budi.

“Secara resmi kita belum menerima surat terkait dengan itu. Tapi kalau kita baca di media, baca di koran, ya, kita tahu penetapannya. Tapi kita sifatnya menunggu saja,” ujarnya, Selasa (15/6).

Menurut Abdurahman, bila sudah ada pemberitahuan resmi maka BK memperoses sesuai mekanisme bersama anggota lainnya. “Kan kita ada lima orang di BK. Tugas kami di BK ini cuma meluruskan. BK tidak ada penghukuman,” ujarnya.

Katanya, BK akan rapat dan melakukan klarifikasi dengan meminta keterangan Budi. Namun, akunya, komunikasi antara dirinya secara pribadi dengan Budi belum membahas terkait masalah yang melilit koleganya itu.


Penulis: Eko Siswono
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments