Senin, 2 Agustus 2021

Tiga Bus Putar Balik, Pengawasan Mudik Mulai Diperketat

Kamis, 29 April 2021 | 04:41:59 WIB


Salah satu bus yang diperintahkan putar balik oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Rabu (28/4/2021)
Salah satu bus yang diperintahkan putar balik oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Rabu (28/4/2021) / Metrojambi.com

 SENGETI – Pengetatan pengawasan pemudik Idul Fitri 1442 Hijriah mulai “memakan korban”. Tim Satgas Covid Muarojambi, Rabu (28/4), menyetop sejumlah kendaraan dan melarang penumpang serta sopirnya melanjutkan perjalanan.

Tim yang antara lain terdiri dari kepolisian, tentara, dan petugas kesehatan itu melakukan pemeriksaan dan penyekatan di Tempino, Mestong.

“Kita mengantisipasi lonjakan penyebaran Covid-19 selama Libur Lebaran tahun ini,” Kapolres Muarojambi AKBP Ardiyanto, Rabu.

Sasaran utama Tim Satgas adalah kendaraan dengan nomor polisi luar daerah yang hendak berpergian melintasi Provinsi Jambi dan mobil daerah yang akan ke luar provinsi. “Pengendara kita minta mematuhi protokol kesehatan, menunjukan hasil tes rapid PCR atau rapid Antigen,” tambahnya.

Tanpa dokumen hasil tes tersebut, penumpang dan pengemudi diminta memutar balik untuk melakukan rapid test di rumah sakit terdekat.

Dari pemeriksaan kemarin, tiga bus tujuan berbagi kota dihentikan dan diminta memutar balik karena tidak dapat menunjukkan surat bebas Covid-19. Salah satunya bus tujuan Semarang dengan 47 penumpang, yakni BN 7623 JU.

Lainnya, bus tujuan Lampung Z 7638 MG dengan 20 penumpang, bus tujuan Sumatra Selatan B 7843 TW dengan 15 penumpang dan satu mobil penumpang dari Bogor tujuan Bungo.

Sementara itu, di daerah-daerah lain pemeriksaan belum diperketat. Pemkab Kerinci bahkan belum mendirikan posko di perbatasan Jambi-Sumatera Barat. Penjabat Sekda Kerinci Asraf mengatakan, pos penyekat akan dibangun di Pelompek.

Dia mengingatkan agar oknum-oknum tertentu tidak surat keterangan atau rekomendasi mengatas namankan Satgas Covid-19 untuk keperluan di luar aturan.

Di Sarolangun, pos penyekat di Singkut juga belum berjalan.  Wakil Bupati Sarolangun Hillalatil Badri mengatakan, selain di Singkut, ada dua pos lainnya yang akan dibangun untuk melayani masyarakat.


Penulis: sdp/pia/rio
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments