Rabu, 4 Agustus 2021

Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Auditorium UIN STS Jambi Tunggu Hasil Pemeriksaan Ahli

Rabu, 02 Oktober 2019 | 09:31:36 WIB


Pemeriksaan fisik gedung auditorium Universitas Negeri Islam (UIN) Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi yang dilakukan oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi bersama ahli dari Politeknik Negeri Bandung
Pemeriksaan fisik gedung auditorium Universitas Negeri Islam (UIN) Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi yang dilakukan oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi bersama ahli dari Politeknik Negeri Bandung / dok.metrojambi.com

JAMBI – Pemeriksaan fisik gedung auditorium Universitas Negeri Islam (UIN) Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi yang dilakukan oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi bersama ahli dari Politeknik Negeri Bandung, telah selesai dilakukan.

Kini, tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jambi tinggal menunggu hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan selama empat hari di kampus UIN STS Jambi, terhitung mulai 24 sampai 27 September 2019 lalu.

Kasi Penyidikan (Kasidik) Kejati Jambi Willianto mengatakan, ahli yang diturunkan tersebut merupakan ahli penghitungan bangunan korupsi. Namun kata dia, hasilnya belum diterima oleh pihaknya.

"Kesimpulan ahli belum keluar, jadi belum ada tindak lanjut. Informasinya pertengahan bulan ini, (Oktober,red) keluarnya dan akan diterima langsung oleh penyidik Kejati Jambi,” kata Willi, Senin (1/10/2019).

Soal tersangka, Willi mengatakan semua yang diperiksa tidak menutup kemungkinan bisa jadi tersangka. "Semua bisa jadi tersangka, tapi tunggu hasil dari ahli dulu, karena dari semua yang dipanggil menjadi saksi sudah memberikan keterangan,” tandasnya.

Untuk diketahui dalam kasus ini banyak pihak sudah diperiksa baik pihak pengadaan barang, pihak kontraktor maupun pihak kampus sendiri.

Pemeriksaan tersebut dilakukan secara maraton pada Agustus hingga September 2019 lalu di Kejati Jambi. Bahkan Rektor UIN STS Jambi Hadri Hasan juga sudah diperiksa, termasuk beberapa orang bawahannya PPTK, PPK hingga security proyek.

Kasus auditorium UIN STS Jambi tersebut direncanakan akan memakan anggaran sebesar Rp 35 miliar. Namun anggaran tersebut tidak semuanya langsung dicairkan. Sistem pencarian nya pun bertahap. Saat kasus ini terjadi dana yang sudah digelontorkan mencapai Rp7 miliar atau setara dengan 20 persen dari total anggaran.

Pembangunan auditorium itu bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2018. PT Lambok Ulina diketahui sebagai perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut, melalui kontrak lewat surat keputusan Hadri Hasan selaku Rektor UIN sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan surat perjanjian nomo.r 46-Un.15/PPK-SBSN/KU.01.2/06/2018 untuk memulai pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya selama 208 hari kalender terhitung sejak 7 Juni 2018 hingga 31 Desember 2018.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments