Rabu, 4 Agustus 2021

Aslog Kapolri: Jambi Harus Bebas Asap

Rabu, 31 Maret 2021 | 21:53:59 WIB


Aslog Kapolri Irjen Pol Firman Shantyabudi saat memberikan keterangan pers usai melakukan kunjungan kerja ke Polda Jambi, Rabu (31/3/2021)
Aslog Kapolri Irjen Pol Firman Shantyabudi saat memberikan keterangan pers usai melakukan kunjungan kerja ke Polda Jambi, Rabu (31/3/2021) / Metrojambi.com

 JAMBI - Asisten Logistik (Aslog) Kapolri Irjen Pol Firman Shantyabudi, mengharapkan peran serta semua pihak untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi.

Hal ini disampaikan Firman saat melakukan pertemuan dengan jajaran Polda Jambi, unsur Forkopimda, serta pihak perusahaan di Gedung Bhayangkara Siginjai Polda Jambi, Rabu (31/3/2021).

"Jambi harus bebas asap. Ini menjadi tugas kita bersama. Dan saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkomitmen mencegah terjadinya Karhutla," ujar Firman.

Ditambahkan Firman, kedatangannya ke Jambi untuk melihat kesiapan terkait pencegahan dan penanganan Karhutla, meski secara periodik ada laporan ke Mabes Polri.

"Saya juga datang menyerap aspirasi apa yang dibutuhkan jajaran untuk disampaikan ke Mabes Polri," ujar Firman, yang juga pernah menjabat sebagai Kapolda Jambi.

Di masa kepemimpinan Firman, Polda Jambi telah menggagas aplikasi Asap Digital untuk memantau Karhutla, dengan melibatkan sejumlah pihak seperti Telkom dan perusahaan.

Firman menyebutkan, Asap Digital diharapkan dapat menambah sistem pemantauan Karhutla secara dini. Dengan Asap Digital, kata Firman, dapat memantau hotspot secara jelas.

Lebih lanjut, Firman mengatakan saat masih menjabat sebagai Kapolda Jambi, ia pernah melaporkan program Asap Digital ke pusat dan mendapat respon yang baik.

"Harapannya waktu itu, semoga program ini diangkat ke tingkat Nasional. Dan ini sudah mulai," kata Firman.

Ia juga menyampaikan jika masalah Karhula menjadi perhatian serius dari Presiden Joko Widodo. Ini dikarenakan Karhutla bukan hanya menjadi masalah dalam negeri, namun juga internasional.

"Evaluasi terhadap upaya pencegahan dan penanganan Karhutla penting karena dampaknya bukan hanya masalah dalam negeri. Pak Presiden memberikan atensi, karena menyangkut masalah internasional, selain menyangkut masalah mahalnya biaya kesehatan, kita juga menghadapi covid yang belum selesai," beber Firman.

Dirinya juga berharap kepada perusahaan yang ada di Jambi agar ikut berpartisipasi dalam mencegah terjadinya Karhutla. "Dibutuhkan peran serta semua pihak," tandasnya.


Penulis: Novri/Ikbal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments