Rabu, 1 Desember 2021

Atlet Gulat Jambi Tetap Incar Prestasi di Tengah Berbagai Keterbatasan

Rabu, 23 Juni 2021 | 21:49:24 WIB


Atlet gulat Jambi saat menjalani latihan untuk persiapan menghadapi PON 2021 di Papua, Rabu (23/6)
Atlet gulat Jambi saat menjalani latihan untuk persiapan menghadapi PON 2021 di Papua, Rabu (23/6) / Metrojambi.com

 JAMBI - Cabang olahraga gulat Jambi berhasil meloloskan enam orang atlet untuk berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 di Papua.

Keenam atlet tersebut yakni, Indri Sukma Ningsih di kelas 76 kg gaya bebas yang lolos PON dengan medali perunggu, Susilawati di kelas 57 kg bebas lolos peringkat lima dan Silvia Wulandari di kelas 68 kg gaya bebas lolos peringkat lima.

Kemudian untuk putra ada M Risky Akbar di kelas 64 gaya bebas peraih perunggu di Pra PON, Tri Jaya Kusuma kelas 120 kg gaya bebas lolos perak dan Agung Satria kelas 77 gaya grego lolos peringkat lima nasional.

Namun beberapa bulan jelang pelaksanaan PON, keenam atlet tersebut dihadapkan pada kenyataan terbatasnya perlengkapan latihan hingga asupan gizi yang seadanya.

"Bagaimana mau meraih prestasi di PON jika asupan gizi terhadap enam atlet yang lolos PON tersebut tidak bisa terpenuhi dengan maksimal. Ditambah lagi dengan perlengkapan latihan yang seadanya," kata pelatih gulat Pengprov PGSI Jambi Ardiman, Rabu (23/6).

Dikatakannya lagi, tanpa asupan gizi yang maksimal ada kehawatiran atlet bisa jatuh sakit dengan program latihan yang berat. Sementara itu di sisi lain, atlet dituntut untuk meraih prestasi di PON Papua.

Ardiman juga mengatakan, sudah lama tidak ada pengurus cabang gulat Jambi yang  datang meninjau latihan atlet jelang PON di Papua.

Ditambahkan Ardiman, tidak jarang atlet harus memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Baik untuk kebutuhan harian maupun untuk latihan.

"Sudah lama anak-anak memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Mereka harus pintar-pintar mengatur keuangannya untuk memenuhi kebutuhan harian dan untuk latihan," kata Ardiman, yang juga mantan pelatih nasional itu.

Hal senada juga diungkapkan Edi Wibowo. Asisten pelatih gulat Jambi yang pernah meraih emas di PON XIX/Jawa barat lalu mengungkapkan bahwa dengan uang harian sebesar Rp 50 ribu, untuk vitamin saja tidak cukup.

"Tidak jarang gaji di tempat kerja disisihkan untuk kebutuhan latihan," ujar Edi.

Sementara itu, Indri, atlet putri yang sudah empat kali memperkuat Jambi di PON mengungkapkan bahkan uang harian sebesar Rp 50 ribu dari KONI hanya cukup untuk laundry pakaian latihan yang sudah basah karena keringat.

Indri juga mengatajan jika peralatan untuk angkat beban juga tidak lagi memenuhi syarat. Selain itu, lawan latih tanding atau sparing pun tidak bisa ideal untuk para atlet PON.

"Kami hanya bisa sparing dengan kawan sendiri atau para yunior. Ini sangat jauh dari memadai untuk bisa menghadapi multieven nasional ini," kata Indri yang meraih medali perunggu Pra PON 2019.

Namun dengan segala keterbatasan tersebut, keenam atlet gulat Jambi yang lolos PON Papua itu tetap melakukan latihan dengan maksimal.

"Karena ini tanggung jawab kami sebagai atlet dan pelatih. Apalagi kami sudah lama ada di dunia olahraga dimana kami tumbuh dan besar di gulat dan olahraga Jambi," tegas Ardiman.

Ardiman juga mengatakan jika tim gulat Jambi tetap mengincar prestasi di PON Papua tahun ini. "Kami tetap siap bertanding dan membela nama Provinsi Jambi di PON 2021 Papua," kata Ardiman.


Penulis: Ikbal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments