Senin, 4 Juli 2022

Petani di Merangin Menjerit, Pupuk Subsidi Langka dan Mahal

Selasa, 15 Juni 2021 | 14:28:46 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa / Viva

BANGKO - Petani di Kabupaten Merangin menjerit disebabkan pupuk subsidi bantuan pemerintah sangat sulit diperoleh. Jika pun ada, harga pupuk subsidi tersebut mahal sehingga memberatkan petani.

Kondisi ini membuat para petani harus mengeluarkan ongkos besar untuk bercocok tanam, karena harus membeli dan menggunakan pupuk non subsidi yang harganya jauh lebih mahal dari pupuk subsidi.

"Kelangkaan ini sudah terjadi sejak lama. Kalau tidak dapat pupuk subsidi terpaksa beli pupuk non subsidi," kata Agus, salah seorang petani di Kecamatan Jangkat.

Ditambahkan Agus, persoalan ini harus menjadi perhatian pemerintah. Jika terus dibiarkan, maka petani akan semakin merugi.

"Mau tidak mau pupuk yang mahal pun kami beli, dari pada bibit membusuk dan lahan akan kosong," ujar Agus.

Lebih lanjut, Agus berharap agar persoalan ini jadi perhatian pemerintah. "Agar kami petani ini bisa mendapatkan pupuk dengan mudah dan murah," kata Agus.


Penulis: Andi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments