Selasa, 26 Oktober 2021

BI: Normalisasi Mobilitas Manusia Picu Pertumbuhan Ekonomi Jambi

Sabtu, 19 Juni 2021 | 07:42:25 WIB


Pekerja di perkebunan sawit
Pekerja di perkebunan sawit / Antara

 JAMBI - Relaksasi pembatasan sosial seiring implementasi vaksin dan penanganan Covid-19 yang semakin baik akan mendorong normalisasi mobilitas manusia dan barang, yang kemudian meningkatkan permintaan domestik serta aktivitas produksi, kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Suti Masniari, Jumat (18/6).

"Normalisasi mobilisasi manusia dan barang akan meningkatkan permintaan domestik serta aktivitas produksi. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada 2021 diprakirakan tumbuh positif pada kisaran 2,64 persen sampai  3,04 persen (yoy) dan menguat dibanding tahun 2021," kata Suti Masniari Nasution dalam keterangannya.

Menurut dia, secara sektoral peningkatan ekonomi daerah terutama akan bersumber dari perbaikan lapangan usaha pertanian dan lapangan usaha pertambangan.

Kinerja lapangan usaha pertanian didorong oleh membaiknya produktivitas tanaman perkebunan disertai peningkatan harga komoditas. Pertumbuhan lapangan usaha pertanian didorong oleh perbaikan kinerja komoditas kelapa sawit, karet, pulp and paper dan kopi.

Sementara, kinerja lapangan usaha pertambangan akan didorong oleh meningkatnya produksi sejalan dengan membaiknya harga komoditas energi primer pascamulainya aktivitas ekonomi negara mitra dagang utama.

Lebih lanjut ia menyebutkan, dari sisi pengeluaran kinerja lapangan usaha pertanian dan lapangan usaha pertambangan akan menopang akselerasi ekspor dan konsumsi rumah tangga.

Investasi juga diperkirakan meningkat terutama didorong oleh optimisme pelaku usaha ditengah perbaikan kondisi ekonomi secara umum.

"Selain itu rencana investasi yang tertunda pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19  akan direalisasikan pada tahun 2021," katanya.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan I 2021 mengalami kontraksi 0,33 persen (yoy), membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 0,99 persen (yoy), namun masih berada di bawah pertumbuhan triwulan I 2020 sebesar 1,97 persen  (yoy).

Penurunan kinerja ekonomi masih disebabkan oleh aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang belum pulih sepenuhnya memasuki new normal, kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi itu.

Meskipun berbagai negara sempat melonggarkan kebijakan lockdown atau pembatasan sosial,  kata dia peningkatan risiko gelombang baru Covid-19 akibat mutasi virus mengakibatkan sejumlah negara kembali menerapkan kebijakan lockdown atau pembatasan sosial secara ketat sehingga menahan pemulihan perdagangan global dan mobilitas masyarakat.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: Antara

TAGS:


comments