Minggu, 26 September 2021

Walikota Salahkan Manajemen Hotel Terkait Pesta Melanggar Prokes di Swiss-Belhotel

Selasa, 27 April 2021 | 13:33:33 WIB


Perayaan ulang tahun (sweet seventeen) pelajar salah satu SMA di Kota Jambi yang digelar di Room The View Swiss-Belhotel Jambi, Sabtu (24/4) malam, dibubarkan Satpol PP Kota Jambi.
Perayaan ulang tahun (sweet seventeen) pelajar salah satu SMA di Kota Jambi yang digelar di Room The View Swiss-Belhotel Jambi, Sabtu (24/4) malam, dibubarkan Satpol PP Kota Jambi. / Metrojambi.com

JAMBI - Penindakan terhadap sejumlah tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan oleh tim yang tergabung dalam giat PPKM pengawasan dan penindakan prokes Covid-19, ditanggapi Walikota Jambi Sy Fasha.

Termasuk di dalamnya Swiss-Belhotel, yang memfasilitasi kegiatan pelajar SMA. Dikatakan Fasha, tidak ada tawar-menawar sedikitpun terkait dengan protokol kesehatan.

"Kalau dikatakan manajemen hotel tidak tahu kan lucu juga. Hendaknya sebelum menandatangani kontrak itu diberikan hal-hal yang boleh maupun yang tidak boleh dilakukan. Semua kegiatan saat ini sudah ada event organizer (EO),"  ujar Fasha di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jambi, Senin (26/4).

Fasha mengingatkan kembali kepada event organizer dan juga pemilik-pemilik usaha hotel dan restoran. "Kalau protokol kesehatan tidak bisa ditawar 1 mili pun. Kalau misalnya ada laporan, pak kok di sana bisa, mungkin nasibnya lagi baik. Tetapi yakinlah bahwa petugas kami mulai dari Kelurahan, semenjak dilakukan PPKM ini terus berpatroli. Mungkin bisa saja hari ini lolos, besoknya kena sanksi," jelasnya.

Ia melanjutkan, sanksi juga sudah diperketat. Tidak ada lagi teguran kedua dan ketiga. Jadi, sesudah peringatan pertama, peringatan kedua langsung didenda.

"Kalau ngulang lagi yang ketiga, kegiatannya dihentikan sementara," katanya.

Terkait persoalan pelajar yang sedang pesta ulang tahun di Hotel Swiss Bell tersebut, Fasha mengatakan bahwa pihak manajemen hotelnya salah.

"Jadi tidak boleh mengelak, tidak mungkin manajemennya tidak tahu dan dia itu banyak sekali. Ada security nya ada lagi tim pengawas protokol kesehatan di sana. Jadi saya katakan salah," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Jambi, yang juga membidangi masalah pendidikan, Maria Magdalena mengatakan bahwa dalam kasus tersebut, sebenarnya pengawasan Orang tua harus lebih diperketat.

"Kalaupun mereka berbohong, tentu seharusnya orang tua tidak mengizinkan anaknya untuk keluar rumah, apalagi saat ini situasi pandemi Covid-19," katanya.

Menurutnya, di tengah situasi era globalisasi saat ini pengawasan orang tua terhadap anak memang harus ditingkatkan. Mulai dari penggunaan gadget hingga pergaulan dan lainnya. "Eranya sudah beda dengan jaman dulu, penggunaan internet, pergaulan, penggunaan handphone juga harus diawasi," jelasnya.

Sementara terkait dengan manajemen hotel, pihaknya sangat menyayangkan, karena mengijinkan para pelajar untuk melakukan pesta.

"Kedepan manajemen hotel harus mengawasi juga terkait dengan penyewaan tempat, lebih teliti lagi.

Politisi PDIP itu juga berharap kepada pemerintah untuk memberikan teguran kepada manajemen Hotel. Agar tidak mengulanginya lagi dan menjadi pembelajaran bagi hotel-hotel yang lain.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments