Minggu, 19 September 2021

Tangani Pasien Isolasi Mandiri, Pemkot Jambi Inovasikan Silacak

Kamis, 17 Juni 2021 | 14:26:58 WIB


Walikota Jambi Syarif Fasha menghadiri Apel bersama Pemkot Jambi, TNI dan POLRI Dalam Rangka Penanganan Covid 19 di Provinsi Jambi dan Penyamaan Persepsi dalam Penerapan PPKM.
Walikota Jambi Syarif Fasha menghadiri Apel bersama Pemkot Jambi, TNI dan POLRI Dalam Rangka Penanganan Covid 19 di Provinsi Jambi dan Penyamaan Persepsi dalam Penerapan PPKM. / istimewa

JAMBI - Walikota Jambi Syarif Fasha menghadiri Apel bersama Pemkot Jambi, TNI dan POLRI Dalam Rangka Penanganan Covid 19 di Provinsi Jambi dan Penyamaan Persepsi dalam Penerapan PPKM.

Sy Fasha mengatakan dirinya bersama Forkompinda beserta Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Kapolda dan Danrem membuat satu inovasi dengan nama silacak.

Silacak merupakan tim tyrese yang beranggotakan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kelurahan dan forum RT di Kelurahan untuk melakukan tracking dan tyrese terhadap kontak erat pasien yang sudah terkonfirmasi positif yang selama ini melakukan proses isolasi Mandiri di rumah.

"Silacak ini merupakan tugas tim tyrese melacak bersama-sama dengan tenaga kesehatan nanti untuk menggambarkan dan memetakan kondisi pasien ini apakah kondisi pasien apakah kondisi pasien ini layak untuk dilaksanakan isolasi mandiri atau nanti harus dirujuk ke rumah sakit," ujarnya.

Kemudian tim tersebut nanti juga bertugas memantau masyarakat yang terkonfirmasi positif yang saat ini melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Apa saja kegiatan mereka, apakah sudah melakukan jemur di pagi hari, apakah sudah memakan suplemen, obat-obatan. Nanti dengan petugas kesehatan diperiksa bagaimana saturasi oksigennya, tensinya, suhu tubuh, apakah ada keluhan atau tidak," paparnya.

Selain itu, tim lacak tersebut juga dibekali dengan aplikasi yang mereka bisa melaporkan kondisi pasien setiap saat dan pasien juga bisa berhubungan

Karena yang diketahui, selama ini pasien isolasi mandiri ditangani oleh tenaga kesehatan Puskesmas, namun Puskesmas juga mempunyai kewajiban melayani pasien umum di masyarakat.

"Yang sampai saat ini tidak tertangani, apabila dibagi dengan menangani pasien covid-19, di masyarakat untuk isolasi mandiri maka tidak akan tertangani lagi pasien umumnya. Karena begitu tenaga puskesmas turun kelapangan untuk memvisit pasien covid maka besok mereka harus libur, karena ketentuannya begitu. Jadi bisa kosong puskesmasnya, maka kita bentuk lagi tim tyrese yang bernama lacak ini," jelas Fasha.


Penulis: Nita
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments