Kamis, 23 September 2021

Batal Nikah Siri, Seorang Gadis Cantik di Kota Jambi Gantung Diri

Senin, 12 Juli 2021 | 09:55:43 WIB


Kamar kos yang dijadikan lokasi gantung diri oleh seorang perempuan berinisial IY (23) di Jalan Sri Rejeki, Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi dipasangi garis polisi
Kamar kos yang dijadikan lokasi gantung diri oleh seorang perempuan berinisial IY (23) di Jalan Sri Rejeki, Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi dipasangi garis polisi / Metrojambi.com

 JAMBI - Warga  jalan Sri Rejeki, Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi dihebohkan dengan penemuan mayat perempuan muda dengan kondisi tergantung di salah satu kamar kos di daerah itu, Sabtu (10/7).

Perempuan cantik berinisial IY (23) warga Tanjung Pinang, Kecamatan Jambi Timur itu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar kos.

Informasinya, IY pertama kali ditemukan gantung diri oleh kekasihnya berinisial DS (31), warga Jalan Depati Parbo, Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, yang berkerja di salah satu bank di Kota Jambi.

“Korban pertama kali ditemukan sama cowoknya (DS, red). Dia masuk ke kamar kos dengan cara medobrak pintu,” ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Saat masuk ke dalam kamar, DS mendapati korban dalam kondisi tergantung menggunakan sprei yang diikatkan di pintu kamar mandi kos.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres-ta Jambi Kompol Handres saat dikonfirmasi mengatakan korban ditemukan kekasihnya sekira pukul 13.00 WIB.

“Kalau dari keterangan cowoknya saat diintrogasi, ia masuk ke kamar dengan cara mendobrak pintu. Saat itu korban masih dalam kondisi hidup, sehingga dibawa cowoknya ke rumah sakit,” kata Handres, Senin (12/7).

Ditambahkan Handres, saat tiba di rumah sakit korban sudah tidak bernyawa. Diduga korban meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Dikatakannya lagi, dari keterangan DS, sebelum ditemukan gantung diri korban sempat menelepon. DS sendiri diketahui sudah memiliki istri.

“Kata cowonya, korban sebelum kejadian sempat menelepon dirinya, dan berpesan untuk menjaga ibu korban,” ungkap Handres.

Ia juga membeberkan jika korban dan DS sudah lama menjalin asmara. Bahkan mereka sempat berencana akan menikah secara siri dengan pada Desember 2020 lalu.

Meski belum bisa dipastikan, namun Handres menduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena masalah asmara. “Dugaan saya karena asmara, karena korban mengetahui cowoknya tersebut memiliki istri,” kata Handres.

Lebih lanjut, Handres mengatakan dari hasil visum menjelaskan kejadian ini murni gantung diri. “Sepertinya ini murni gantung diri. Kita tid dak bisa melanjutkan penyidikan karena pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dalam. Kasus ini bisa diselidiki apabila ada persetujuan dari pihak kelularga korban,” pungkasnya.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments