Minggu, 19 September 2021

Permohonan Praperadilan Subhi Tidak Diterima

Senin, 19 Juli 2021 | 15:59:49 WIB


/

 JAMBI - Upaya Subhi, mantan Kepala BPPRD Kota Jambi  melepaskan diri dari statusnya sebagai tersangka gagal.

Hakim Pengadilan Negeri Jambi (PN) Jambi menyatakan permohonan praperadilan Subhi tidak dapat diterima alias NO (Niet Ontvankelijke Verklaard). Putusan menolak karena gugatan dinilai cacat formil itu dijatuhkan oleh hakim tunggal Partono, Senin (19/07). 

Subhi sendiri saat ini masih buron dan telah ditetapkan penyidikan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dalam putusannya Partono menyatakan, apa yang dilakukan penyidik Kejaksaan Negeri Jambi sudah sesuai aturan perundang-undangan. Dalam amar putusan, hakim mempertimbangkan sejumlah alat bukti dan keterangan ahli dari pemohon dan termohon praperadilan.

Terutama barang bukti surat perintah penyidikan, surat penetapan tersangka, serta surat panggilan terhadap Subhi. Termohon juga sudah melakukan pemanggilan sebagai tersangka sebanyak 3 kali, namun pemohon tidak hadir.

"Dengan alasan memohon pemeriksaan tersangka ditunda sampai putusan praperadilan. Dengan alasan itu pemohon mangkir dari pemanggilan sebagai tersangka," kata Hakim.

Sementara terkait status DPO (daftar pencarian orang) yang sudah dilekatkan kepada Subhi, secara aturan tidak dapat dilakukan. Kemudian jika tetap dimohonkan maka hakim harus menyatakan permohonan tidak bisa diterima. Dan tidak dapat dilakukan upaya hukum.

"Mengadili, menyatakan permohonan praperadilan yang diajukan pemohon tidak dapat diterima. Dan membebankan biaya perkara kepada pemohon sejumlah, nihil," kata Hakim Partono.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments