Kamis, 23 September 2021

Batasi 50 Persen Jemaah

Shalat Idul Adha di Masjid Diizinkan pada Zona Hijau dan Kuning

Senin, 19 Juli 2021 | 08:25:08 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Antara

JAMBI – Pemerintah membolehkan salat Idul Adha 1442 H berjemaah pada masjid-masjid yang dinyatakan masuk zona hijau dan kuning penyebaran Covid-19. Namun, warga dilarang berkerumun di lokasi penyembelihan hewan kurban.

Kebijakan serupa berlaku di Kota Jambi. “Berdasarkan keputusan bersama, salat Idul Adha (berjemaah) boleh digelar di setiap wilayah RT yang berzona hijau dan kuning,” ungkap juru bicara Pemkot Jambi, Erwandi, Minggu (18/7).

Berdasarkan rilis data Satgas Covid-19 Kota Jambi, sebanyak 1.404 RT di Kota Jambi dinyatakan masuk Zona Hijau dan 238  masuk Zona Kuning. Tidak satu pun wilayah RT yang dinyatakan masuk Zona Oranye dan Zona Merah.

Kantor Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah, Nadhlatul Ulama (NU), dan Dewan Masjid Indonesia Provinsi Jambi pada pekan lalu mengeluarkan imbauan bersama terkait rangkaian ibadah Idul Adha.

Imbauan itu pun menyatakan umat Islam dapat melaksanakan shalat Idul Adha berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

“Bagi daerah yang masuk Zona Oranye dan Zona Merah, salat Idul Adha diadakan di rumah masing-masing”. Demikian bunyi salah satu imbauan yang ditanda tangani Kepala Kemenag Provinsi Jambi H Zoztafia dan pengurus MUI, Muhammadiah, NU, dan DMI serta diketahui Gubernur Al Haris itu.

Ada pula imbauan agar pengurus masjid atau panitia salat Ied bertanggung jawab mengatur pelaksanaan protokol kesehatan. Takbiran keliling dilarang dan disarankan hanya menggelar malam takbir di masjid.

Selain itu, pemotongan hewan kurban diimbau untuk diserahkan ke rumah potong hewan. Pembagian hewan kurban juga dianjurkan untuk diantar langsung oleh penitia ke tempat tinggal penerima daging kurban.

Ketua PW Muhammadiah Provinsi Jambi H Suhaimi Chan mengatakan bahwa rangkaian Idul Adha tahun ini harus memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. “Salat Idul Adha (berjemaah) diperbolehkan asalkan bukan pada Zona Oranye dan Merah. Kapasitasnya juga diatur,” ujarnya.

Dia mengatakan, berdasarkan imbauan bersama, pemerintah kabupaten dan kota sudah melakukan penyesuaian. Dia mencontohkan Pemkot Jambi yang sudah menyikapi imbauan tersebut dengan mengeluarkan keputusan bersama.

Suhaimi juga mengingatkan penerapan protokol kesehatan dalam rangkaian pelaksanaan kurban. “Pada waktu pemotongan dan pembagian hasil kurban itu harus antre dan menjaga jarak,”  katanya.

Menurut Erwandi, imbauan Kemenag, MUI dan organisasi Islam Provinsi Jambi telah ditindaklanjuti oleh Kemenag, MUI, dan FKUP Kota Jambi dengan mengeluarkan keputusan bersama pada akhir pekan lalu.

Dijelaskan, saat hari-H Idul Adha 1442 H yang diperkirakan jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021, kapasitas masjid atau lapangan di Zona Hijau dan Kuning akan dibatasi. “Hanya boleh 50 persen dari daya tampung masjid atau lapangan. Kalau sudah cukup, maka jamaah lainnya disarankan salat di rumah,” tandasnya.

Selain itu, panitia diimbau menyiapkan alat-alat pelengkap prokes, seperti alat pencuci tangan dan hand sanitizer. “Jamaah juga wajib membawa perlengkapan salat, seperti sajadah, dari rumah,” tambahnya.

Jamaah juga tidak boleh membuka atau menurunkan masker. Khatib disarankan menyampaikan khotbah maksimal 15 menit. 

Hanya saja, Erwandi mengaku belum bisa menentukan wilayah mana saja yang dibolehkan dan tidak dibolehkan menggelar salat Ied berjamaah.

“Sebab datanya bisa berubah-ubah, jadi kita mengikuti data yang terakhir nantinya. Data terakhir, per 18 Juli 2021, tidak ada Zona Oranye dan Zona Merah di Kota Jambi,” papar Erwandi.

Walau berdasarkan wilayah rukun tetangga (RT) tidak ada yang dinyatakan masuk Zona Merah dan Zona Oranye, Satgas Covid-19 Provinsi Jambi memasukkan Kota Jambi ke dalam Zona Merah. Sedangkan delapan kabupaten kota masuk zona oranye dan dua daerah masuk zona kuning.

Yang masuk ke dalam Zona Oranye adalah Kabupaten Muarojambi, Tanjab Barat, Batanghari, Tebo, Bungo, Merangin, Sarolangun dan Kota Sungaipenuh. Sedangkan yang termasuk ke dalam Zona Kuning adalah Kerinci dan Tanjung Jabung Timur. 

Sementara itu untuk tata cara kurban, kata Erwandi, hanya ada panitia warga yang berkurban di lokasi penyembelihan.  “Untuk pembagian hewan kurban, panitia diminta menggunakan kupon dengan mengatur nama, hari, tanggal, serta jam untuk datang ke tempat pengambilan daging kurban,” tambahnya.

Per sesi dibuat 30 orang dengan rurasi 15 menit. “Panitia dapat membagikan ke rumah-rumah yang berhak menerima dengan menggunakan masker dan sarung tangan untuk meminimalkan kontak fisik,” katanya.

Sementara itu, seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemkot Jambi sendiri akan menggelar salat Ied di lapangan depan Kantor Wali Kota Jambi. Erwandi memastikan, jumlah jemaah hanya 50 persen dari daya tampung lapangan.

Usai salat Ied, akan dilakukan pemotongan hewan kurban. Pemkot akan menyembelih sebanyak 187 sapi, kerbau, dan kambing, baik di Kantor Wali Kota maupun di masing-masing instansi di bawahnya.


Penulis: nta/chy
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments