Rabu, 22 September 2021

Penambangan Emas Ilegal Masih Marak di Bungo

Kamis, 17 Juni 2021 | 06:57:39 WIB


Alat berat sedang bekerja di salah satu lokasi PETI di Kabupaten Bungo
Alat berat sedang bekerja di salah satu lokasi PETI di Kabupaten Bungo / Metrojambi.com

 MUARABUNGO – Aktivitas penambangan emas ilegal atau yang biasa disebut PETI (penambangan emas tanpa izin), hingga saat ini masih marak di Kabupaten Bungo. Aktivitas ilegal tersebut dilakukan hampir di seluruh daerah aliran sungai (DAS) yang ada di Kabupaten Bungo.

Ketua Persatuan Wartawan Bungo (PWB) Azroni mengatakan, aktivitas PETI di daerah itu ada yang menggunakan mesin robin, mesin donpeng, dan ada juga dengan alat berat.

Azroni menyebutkan, PETI yang menggunakan mesin robin dan donpeng menyebar di 15 kecamatan, yakni Pasar Muara Bungo, Rimbo Tengah, Pelepat Ilir, Bathin III, Bathin II Babeko, Muko - Muko Bathin VII, Rantau Pandan, dan Bathin III Ulu.

Begitu juga dengan kecamatan Bungo Dani, Tanah Tumbuh, Tanah Sepenggal, Tanah Sepenggal Lintas, Pelayang, Jujuhan, dan Jujuhan Ilir. Sementara PETI menggunakan alat berat berada di Kecamatan Pelepat dan Limbur Lubuk Mengkuang.

"Kalau untuk PETI jenis lubang jarum juga ada di wilayah Bathin III Ulu dan Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang. Jadi apapun jenis PETI di wilayah Bungo ini lengkap," kata Azroni, Kamis (17/6).

Selain lemahnya penindakan dari aparat penegak hukum, Azroni mengatakan mudahnya para pemain untuk mendapatkan peralatan juga jadi penyebab maraknya PETI. Begitu juga dengan mudahnya mendapatkan suplai bahan bakar.

"BBM bersubsidi jenis solar di Bungo kebanyakan untuk menyuplai PETI. Mereka sengaja bermain dengan pihak SPBU. Bahkan di salah satu SPBU ada yang tidak menjual BBM bersubsidi pada masyarakat," bebernya.

Azroni juga menyebutkan, persoalan ini sudah seringkali diberitakan dan disampaikan pada aparat penegak hukum. Namun aparat selalu memberikan alasan klasik. Yakni ditengah sulitnya ekonomi masyarakat butuh makan dan bertahan hidup.

"Masyarakat butuh makan selalu jadi alasan. Padahal yang bermain para cukong besar yang memiliki modal besar serta aparat. Pekerjanya juga banyak berasal dari luar. Jadi masyarakat biasa tidak pernah diuntungkan," katanya.

Dikatakannya lagi, sejauh ini tidak ada keseriusan aparat dalam melakukan penindakan. Begitu juga dengan pemerintah daerah yang tidak memberikan solusi bagi masyarakat yang terlibat dalam lingkaran setan tersebut.

"Kali ini kita meminta pak Kapolda Jambi untuk serius menindak persoalan ini. Jika ingin memantau, pak Kapolda bisa melalui udara. Jelas semua wilayah bantaran sungai sudah luluh lantah akibat PETI. Bahkan air sungai tak satu pun yang jernih lagi," pungkasnya.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments