Minggu, 19 September 2021

Kopi Sumatera Merangin akan Dikelola Koperasi

Jumat, 18 Juni 2021 | 10:59:14 WIB


Al Haris saat memetik buah kopi
Al Haris saat memetik buah kopi / istimewa

MERANGIN - Petani kopi di Kecamatan Jangkat, pada 20 Mei 2021 lalu menerima sertifikat Indikasi Geografis (IG) Kopi Sumatera- Merangin dari Bupati Merangin Al Haris.

Dengan adanya sertifikat tersebut diharapkan mampu mengangkat perekonomian masyarakat dan bisa meningkatkan nilai ekspor kopi ke luar negeri.

Usai mendapatkan sertifika, selanjutnya Kopi Sumatera Merangin akan dikembangkan melalui koperasi.

Wakil Bupati Merangin Mashuri mengatakan, setelah berkunjung ke Kabupaten Kerinci, pihaknya memutuskan kopi Sumatera Merangin akan dikelola koperasi.

Dengan pengelolaan yang tepat, maka diharapkan akan mampu mengikuti kopi Kerinci yang mampu ekspor ke 19 negara dan membuka gerai di 8 kota besar.

Jika ini berhasil, tentunya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani, seiring nilai ekspor kopi yang diakui secara internasional itu juga meningkat.

"Kita akan membina petani kopi (yang memiliki sertifikat IG) lewat koperasi, nantinya diharapkan bisa mengekspor," ujarnya, Jumat (18/6).

Selama ini, kata Mashuri, kopi asal Merangin banyak masuk ke daerah lain, misalnya Provinsi Lampung. Sayangnya, setelah sampai di daerah tertentu, kopi tersebut tidak lagi bernama kopi asal Merangin.

"Kopi kita banyak dibawa keluar daerah, jadi atas nama luar daerah, bukan Merangin," ungkapnya.

Ke depan, dengan adanya sertifikat yang telah dimiliki itu akan dilakukan pembinaan koperasi atau kelompok tani yang ada.

Ketika ditanyakan kenapa tidak diurus Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau perusahaan, Mashuri mengkhawatirkan tidak akan tepat sasaran dan kurang menguntungkan petani. Sebab BUMD dan perusahaan akan mengambil untung.

"Dikelola koperasi lebih baik. Untuk mensejahterakan masyarakat, koperasi lebih baik. Koperasi tidak mengambil untung," katanya.


Penulis: Andi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments