Sabtu, 18 September 2021

Dua Pelaku Ditangkap, Ini Motif Penembakan Toke Getah di Sarolangun

Jumat, 18 Juni 2021 | 11:48:45 WIB


/ Metrojambi.com

 JAMBI - Setelah buron selama lebih dari sebulan, dua pelaku penembakan yang menewaskan toke getah di Mandiangin, Kabupaten Sarolangun berhasil ditangkap pihak kepolisian.

Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan dari Resmob Ditreskrimum Polda Jambi, Satreskrim Polres Sarolangun, Satreskrim Polres Tebo, dan Polsek Muara Tabir.

Pelaku yang ditangkap bernama Ahmad Dameri alias Bujang Aziz (32) dan Wika Saputra (31), warga Desa Pemusiran Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun.

Direktur Reskrimum Polda Jambi Kombes Pol Kaswandi Irwan mengatakan, kedua pelaku menembak korban bernama Gangsah pada Minggu (9/5) lalu sekira pukul 10.30 WIB, di kawasan Rengkiling, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun.

"Korban ditembak pelaku menggunakan senjata rakitan jenis kecepek, dan korban meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mengalami luka tembak di bagian perut," kata Kaswandi, Jumat (18/6).

Kaswandi menyebutkan, kejadian penembakan tersebut berawal dari keributan antara korban dengan kedua pelaku, dimana korban mengatakan kedua pelaku tersebut telah mencuri getah karet miliknya.

"Korban dan pelaku awalnya terlibat cekcok. Korban lalu mengambil senjata kecepek milik pelaku. Selanjutnya pelaku langsung pergi untuk mengambil senjata kecepek lagi dan pelaku langsung menembak korban," terang Kaswandi.

Usai menembak korban, kedua pelaku tersebut melarikan diri ke dalam hutan dan berpindah-pindah tempat persembunyian, hingga akhirnya berhasil ditangkap di wilayah Tanah Garo, Kecamatan Muaro Tabir, Kabupaten Tebo.

Kaswandi mengatakan, kedua pelaku sempat melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri saat akan ditangkap, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur terhadap keduanya.

Adapun barang bukti yang diamankan dari pelaku berupa senjata rakitan jenis kecepek yang digunakan untuk membak korban.

"Pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHPidana dan atau pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara," kata Kaswandi.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments