Selasa, 19 Oktober 2021

Lebih Aktif di Medsos Hingga Jualan Keliling

Senin, 26 Juli 2021 | 08:26:02 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi /

 JAMBI - Apa yang dilakukan para pengelola mal dan pelaku usaha untuk bertahan di tengah pandemi? Ada yang optimis badai pasti berlalu, ada yang wait and see. Tetapi kebijakan dan keputusan harus tetap diambil.

Hendry, manajer Hypermart Lippo Plaza Jambi, mengatakan bahwa penurunan omset membuat mereka harus melakukan banyak sekali penyesuaian dan penghematan. Pandemi membuat mereka menekan biaya iklan, baik media cetak, online, elektronik maupun reklame.

Tetapi, lanjut Hendry, Hypermart mencoba lebih aktif di media sosial. “Kita giatkan promo melalui WhatsApp, Instagram, dan Facebook yang selama ini sudah kita lakukan. Kami juga membuat tim door to door yang khusus berjualan keliling dari rumah ke rumah,” ujar Hendry.

Hendry mengaku tidak bisa berspekulasi soal pandemi. Katanya, banyak perusahaan mulai berguguran, “dan alhamdulillah Hypermart masih bertahan dengan kondisi seperti ini”.

“Kita berharap pemerintah bisa lebih cepat, lebih tanggap menangani pandemi. Kita khawatir, kalau ke depannya tidak terkontrol, tidak bisa teratasi, ya, kita mau bicara apa,” pungkasnya.

Manajer Jagoan Bakso Malang Jamtos Kani Ahmad mengaku belum memiliki strategi khusus menghadapi anjloknya penjualan di masa krisis ini. “Kita masih bertahan seperti ini. Sebab, kalau misalnya melakukan strategi diskon, kita belum siap,” katanya.

Strategi biasanya yang telah dilakukan termasuk penjualan produk melalui aplikasi online dan menambah variasi menu. “Dari 10 menu di aplikasi, kita bisa tambah lagi. Diperbanyak lagi,” ujarnya.

Ditanya apakah pihaknya mampu bertahan dengan kondisi saat ini, Kani menyampaikan bahwa selaku penanggung jawab dia akan bekerja semaksimal mungkin. “Harus bisa karena teman-teman karyawan sangat membutuhkan,” katanya.

Dalam kondisi saat ini, lanjut dia, susah bagi karyawanya mencari pekerjaan di tempat lain bila mereka sampai tutup. “Harapan kami, pemerintah mungkin mempertimbangkan lagi jam PPKM-nya. Dengan catatan tetap menerapkan prokes dengan baik,” tutupnya.

Marketing Communication Section Head Lippo Plaza Jambi Farhan Fadhory mengatakan bahwa menghadapi masa pandemi pihaknya lebih fokus ke digital untuk menjalankan promo dan program. “Apa yang sudah dilakukan kita post di sosmed,” ujarnya.

Katanya, promosi juga dilakukan dengan memanfaatkan loyalty customer berbasis aplikasi bernama Styles, yang terintegrasi di semua mal Lippo Group. “Banyak fitur menarik untuk para customer setia kami di Styles,” ujar dia.

Dengan kondisi saat ini, lanjut Farhan, pihaknya akan meningkatkan pelayanan dan memberikan fasilitas kerjasama terbaik dengan para tenant. “Kita juga pastikan bahwa segala bentuk masukan dari pengunjung dan penyewa menjadi inputan untuk kita,” pungkasnya.


Penulis: nta/chy
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments