Rabu, 22 September 2021

Berpikir Positif dan Kreatif Melihat Peluang di Tengah Pandemi

Selasa, 27 Juli 2021 | 12:23:41 WIB


Ibu Wardah CS, foto bersama makanan hasil kreatifitas di masa pandemi
Ibu Wardah CS, foto bersama makanan hasil kreatifitas di masa pandemi / istimewa

JAMBI – Pandemi Covid-19 sudah setahun lebih melanda wilayah Indonesia. Berbagai sektor sangat terdampak oleh pandemi ini, terutama ekonomi. 

Karena itulah, pandemi menuntut banyak orang agar tetap bisa bertahan dengan berbagai cara. Seperti yang dilakukan beberapa ibu-ibu di salah satu perumahan di Kota Jambi.
 
Ibu Wardah bersama beberapa ibu rumah tangga lainnya yakni Lilis, Dini dan En, kini menekuni usaha makanan. Mereka memanfaatkan media sosial sebagai sarana mempromosikan usahanya tersebut.
 
Sejak pandemi melanda, mengubah budaya kerja semua orang, yang biasa pekerjaan dilakukan di kantor, menjadi kerja jarak jauh atau dari rumah.
 
Adanya pembatasan kegiatan ini tentu berdampak pada dapur. Sebab, banyak karyawan yang dirumahkan atau diberhentikan. Kalaupun tidak diberhentikan, penghasilan karyawan dipotong. Kondisi yang sangat sulit ini tentunya ikut dialami ibu-ibu rumah tangga.
 
Keadaan ini membuat Wardah Cs, harus lebih kreatif mencari penghasilan tambahan agar dapat tetap bertahan di tengah pandemi. 
 
‘’Kita harus berfikir positif dan kreatif melihat peluang untuk mendapatkan sumber penghasilan baru membantu suami,’’ ujar Ibu Wardah sembari menyiapkan pesanan kue konsumennya.
 
Dikatakannya, sejak pandemi melanda, banyak orang yang menghabiskan waktunya di rumah saja. 
 
‘’Kalau kita hanya berdiam diri, tentu percuma, makanya saya mengajak beberapa ibu-ibu di komplek untuk mencari penghasilan tambahan. Apalagi ada bantuan modal dari pemerintah untuk usaha UMKM,’’ tambahnya.
 
Ditambahkan Ibu Dini, berjualan menjadi salah satu alternatif menambah penghasilan suami. Dengan modal yang tidak terlalu besar, dirinya bisa membantu perekonomian keluarga.
 
‘’Ide usaha berjualan makanan ini menggabungkan hobi memasak kami, baik itu memasak kue-kue atau lauk pauk untuk menghasilkan uang,’’ tambah ibu tiga anak ini.
 
Dengan memanfaatkan media sosial, beberapa ibu-ibu ini memulai bisnis makanannya. ‘’Kita cukup posting menu makanan yang dibuat. Nanti teman-teman bisa order, jadi tidak perlu biaya promosi lagi,’’ katanya lagi.
 
Untuk tahap awal, kata ibu Dini, ia mencoba beberapa resep masakan kue maupun lauk pauk. Setelah selesai, ia lantas memosting di media sosial. 
 
‘’Kalau respon teman-teman bagus atau pemesannya banyak, berarti makanan kita diterima. Kalau tidak, kan bisa dimakan sendiri bersama keluarga. Tapi kita jangan putus asa, coba lagi menu yang lainnya. Sebab, tidak semua orang selesanya sama dengan kita,’’ ungkapnya.
 
Berbekal kejelian melihat peluang usaha yang ada, beberapa ibu-ibu ini memulai bisnis makanan yang berawal dari hobi, sebagai upaya menambah pendapatan dalam situasi pandemi saat ini.

Penulis: (*)
Editor: ikbal ferdiyal



comments