Jumat, 22 Oktober 2021

Tujuh Orang Positif Varian Delta

Pernah Dirawat di RSUD Raden Mattaher, Satgas Lakukan Pelacakan

Kamis, 29 Juli 2021 | 08:08:51 WIB


Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Jambi Johanyah memberikan keterangan pers terkait asanya tujuh orang pasien positif Covid-19 varian delta, Rabu (28/7)
Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Jambi Johanyah memberikan keterangan pers terkait asanya tujuh orang pasien positif Covid-19 varian delta, Rabu (28/7) / Metrojambi.com

 JAMBI - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi mengumumkan secara resmi penemuan virus Covid-19 varian Delta dan Delta Plus di Provinsi Jambi. Virus mematikan ini diketahui menjangkiti tujuh pasien Covid-19 yang pernah dirawat di RSUD Raden Mattaher.

Kepastian adanya pasien Covid-19 Delta di Jambi disampaikan oleh juru bicara Satgas, Johansyah, Rabu (28/7). Menurut Johansyah, dari tujuh pasien tersebut, dua di antaranya terpapar varian Delta AY1 (Delta Plus) dan lima orang AY3.

Adanya varian Delta di Jambi diketahui setelah RSUD Raden Mattaher menerima hasil pengujian oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di Jakarta. “Berdasarkan laporan penelitian, di Provinsi Jambi terdapat virus varian baru Delta AY1 sebanyak dua orang dan AY3 sebanyak lima orang,” katanya.

RSUD Raden Mattaher sebelumnya mengirimkan sebanyak 454 sampel kepada Eijkman dan varian baru itu hanya terdeteksi pada tujuh sampel. Hasil pengujian Eijkman dikirimkan ke Jambi pada 26 Juli 2021 dan baru diterima direktur RSUD Raden Mattaher sehari kemudian. 

Sebelumnya, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Subandrio  di Jakarta telah mengumumkan adanya penemuan varian Delta di Jambi dan Sulawesi. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), varian Delta memiliki kemampuan menginfeksi lebih cepat.

Sejumlah referensi menyebutkan, AY1 adalah varian Delta Plus yang memiliki kemampuan mutasi yang berpotensi mempengaruhi antibodi pembunuh virus.

“Sama (dengan virus corona umumnya), hanya saja penularannya lebih cepat. Maka dengan ini, Gubernur akan mengirimkan surat kepada seluruh OPD, kepala daerah untuk menyampaikan ada gejala yang mendekati dari virus delta ini,” jelasnya.

RSUD dan Satgas Covid-19 tengah melacak ketujuh pasien yang terpapar virus Delta itu. “Mulai hari ini dilacak dimana pasien itu berada. Kita juga akan melakukan tracing,” lanjut Johan. Kata dia, sebelumnya ketujuh orang tersebut tersebut dirawat di RSUD Raden Mattaher.

Walaupun para pasien tersebut sudah sembuh, Satgas tetap akan melakukan pelacakan agar bisa melakukan tracing terhadap kontak erat para pasien tersebut.

Kemudian, selain dari 454 sampel sebelumnya, Satgas juga akan mengirim seluruh sampel dari RSUD Raden Mattaher ke Eijkman.

Johan menyampaikan bahwa Gubernur Jambi Al Haris telah menetapkan satu lagi rumah sakit untuk rujukan pasien Covid-19, yakni Rumah Sakit Kambang. “Mereka juga siap menambah tempat tidur untuk penanganan Covid,” ujarnya.

Dokter Setya Ningsih dari RSUD Raden Mattaher menyatakan bahwa pihaknya sedang melacak identitas pasien yang terpapar varian baru tersebut. Katanya, ketujuh pasien itu tidak lagi dalam perawatan di RSUD.

Ketua IDI Provinsi Jambi Deri Mulyadi menyebutkan varian Delta memiliki struktur virulensi yang agak berbeda dari virus corona umumnya. “Daya virulensinya berbeda,” ujarnya.

Dia menyarankan kepada petugas medis serta masyarakat luas tetap menerapkan protokol kesehatan lebih disiplin. “Perketat prokes 3M, mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” kata Deri.

Awasi Dana Refocusing

Sementara itu, Gubernur Jambi dalam rapat koordinasi menyebutkan bahwa refocusing APBD sebesar Rp 541 miliar akan digunakan untuk penanganan kesehatan sebesar Rp 143 miliar dan pemulihan ekonomi Rp 398 miliar. “Kita minta teman-teman penegak hukum mengawasi dan mengawal ini,” ujarnya.

Menurut Haris, Presiden RI Joko Widodo menekankan jangan sampai ada nuansa kriminalisasi pada pengawasan dana refocusing. Akan tetapi, perlu diawasi agar dana refocusing sampai dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kita minta dampingi betul, karena kalau tidak nanti takut kebablasan,” ucap Haris di hadapan pejabat Polri, TNI, kejaksaan, pengadilan, BPK, BPKP dan jajaran instansi Pemprov Jambi.


Penulis: chy
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments