Rabu, 29 September 2021

Kadisdik Akui Rehab SMAN TT Tak Sesuai

Kamis, 29 Juli 2021 | 08:58:08 WIB


SMAN Titian Teras
SMAN Titian Teras /

JAMBI – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Bukri mengakui bahwa pekerjaan rehab asrama SMAN Titian Teras H Abdurrahman Sayoeti pada 2020 bermasalah. Proyek senilai Rp 1,8 miliar ini kini sedang diusut aparat Kejaksaan Tinggi Jambi.

Bukri sendiri telah menyambangi penyidik dan memeriksa langsung kondisi pekerjaan di SMAN TT. “Saya lihat dari foto-foto yang ditunjukkan kejaksaan, lalu saya periksa langsung ke lokasi. Memang ada yang tidak sesuai,” ujar Bukri kepada Metro Jambi, Rabu (28/7).

Baca juga : Kejati Usut Proyek Rehab SMAN TT

Dia mengaku menemui penyidik Kejati bukan untuk memenuhi panggilan pemeriksaan, tetapi atas kemauan sendiri untuk mengetahui perkembangan kasus ini. Dia membenarkan bahwa salah satu bawahannya, yakni Kabid Bina SMA Misrinadi, sudah dimintai keterangan oleh penyidik.

Diakuinya, kontraktor proyek senilai Rp 1,8 miliar itu dari CV Singgasana Suma juga sudah dua kali menghadap penyidik kejaksaan. Demikian pula konsultannya. Namun, Bukri tidak merinci perkembangan selanjutnya kasus ini.

Pekerjaan rehabilitasi gedung SMAN TT pada 2020 dinilai bermasalah karena diduga dikerjakan asal-asalan. Sejumlah aktivis menyebut, sebagian proyek diduga fiktif. Selain itu, ketika pada akhir 2020 progress proyek baru 50 persen, pencairan dananya dilakukan 100 persen.  

Menurut Bukri, di antara pekerjaan yang tidak sesuai terlihat pada cat dinding asrama yang telah mengelupas dan dek yang tak sesuai. Selain itu, menurut dia, pipa kamar mandi asrama yang seharusnya direhab, ternyata tidak dikerjakan.

Kondisi saat ini, pipa air buangan kamar mandi siswa dipasang sejajar sehingga aliran air dan kotoran tidak mengalir lancar. Dalam kondisi itu, bila beberapa toilet dipakai bersamaan, airnya bisa menyembul kembali ke dalam kamar mandi, bukan ke pembuangan.

Seharusnya, menurut dia, pipa dibongkar dan diganti dengan cara dipasang miring sehingga air dan kotoran manusia dari toilet lancar menuju bak pembuangan.

Dia juga menyatakan bahwa cat pagar SMAN TT yang dikerjakan oleh kontraktor yang sama ternyata sudah pudar dan bahkan banyak yang menghitam.  Padahal, proyek pengecatan senilai Rp 100 juta itu relatif baru dikerjakan.

Kabid Bina SMA Dinas Pendidikan Misrinadi sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) proyek ini  mengaku telah diperiksa oleh Kejati Jambi. Sayangnya, dia enggan menjawab lebih jauh ketika ditanya soal kasus ini.

Kasi Penerangan Hukum Kejati Jambi Lexy Fatarany membenarkan adanya pemanggilan sejumlah pihak dari Dinas Pendidikan dan SMAN TT. Namun, Lexy mengaku belum bisa berkomentar banyak karena masih dalam tahap pengumpulan data.


Penulis: mrj/ria
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments