Selasa, 28 September 2021

Serapan APBD Tanjabtim Baru 34,42 Persen

Kamis, 29 Juli 2021 | 09:58:34 WIB


/

 MUARASABAK - Hingga berakhirnya semester pertama tahun anggaran 2021, serapan APBD Pemkab Tanjungjabung Timur (Tanjabtim) masih rendah. Dari total APBD sebesar Rp 1,138 triliun, yang terserap haru Rp 391,7 miliar atau 34,42 persen.

Kabid Keuangan Badan Keuangan Daerah Kabupaten Tanjabtim Reza Fahlevi mengatakan, untuk serapan anggaran terendah ada di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim), yakni baru 17,91 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 56,4 miliar.

"Rendahnya serapan anggaran Dinas Perkim karena proses DAK nya belum jalan. Kalau belanja modal Dinas Perkim itu sebesar Rp 22 Miliar sudah termasuk DAK sebesar Rp 12,5 Miliar. Kalau uangnya sudah masuk ke Kasda, tinggal menunggu pihak Dinas Perkim memasukan berkas pencairan," kata Reza.

Kemudian untuk OPD dengan serapan tertinggi berada pada Pemerintahan Kecamatan Muarasabak Timur sebesar 66,95 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 3,6 Miliar. Hal itu dikarenakan realisasi belanja modalnya cepat, lantaran untuk penanganan Covid-19 di tingkat kelurahan.

"Untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) sudah cukup lumayan serapan anggarannya, yakni sudah mencapai 31,76 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 153,1 Miliar. Dalam kondisi saat ini (pandemi), Dinas PU-PR sudah bisa mencapai angka di 30 persen, itu sangat bagus," beber Reza.

Kemudian Reza menerangkan, untuk target serapan anggaran di semester pertama pada tahun 2021 ini sebesar 40 persen, yakni 30 persen uang awal muka dan 10 persen belanja operasinya. Namun itu tergantung juga, karena OPD ini kan banyak belanja modalnya dari pada belanja operasinya.

"Kalau sebenarnya serapan anggaran di OPD pada bulan Enam lalu seharusnya sudah 50 persen, tapi kalau untuk Dinas PU-PR, Dinas Perkim, Dinas Pendidikan dan Kesehatan tidak bisa diukur harus 50 persen sekarang, karena uang muka fisiknya itu besar," terangnya.

Ditambahkan Reza, untuk realisasi belanja saat ini sudah mencapai 33,04 persen atau sebesar Rp 376 Miliar dari pagu anggaran. Dari realisasi belanja, Dia merincikan belanja operasi sudah 40,48 persen, belanja barang dan jasa 29,25 persen dan belanja modal 23 persen.

"Serapan APBD dan realisasi belanja beda lagi. Kalau realisasi belanja sudah 33,04 persen atau Rp 376 miliar," tutupnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments