Rabu, 29 September 2021

Covid-19 Mengganas, Pesta Pernikahan di Kerinci Dilarang Prasmanan

Kamis, 29 Juli 2021 | 10:21:06 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

KERINCI - Kondisi pandemi Covid-19 di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh, kian hari makin mengganas. Selain penambahan pasien positif, angka kematian pasien Covid juga meningkat.

"Sudah banyak kita mendengar berita duka, setiap desa di Kerinci dan Kota Sungaipenuh dalam satu hari sampai dua orang meninggal dengan pemakaman secara prokes Covid-19," kata Yudi salah seorang warga Kerinci.

Dia juga mempertanyakan mengapa setelah vaksin, masyarakat banyak yang positif Covid-19, bahkan tenaga kesehatan di RSU MHA Thalib Kerinci juga sudah melakukan vaksinasi, namun mereka juga banyak yang terpapar Covid19. "Kita mempertanyakan fungsi dari vaksin, kenapa setelah vaksin banyak yang positif Covid-19," terangnya.

Baca juga : Tujuh Orang di Jambi Terpapar Virus Covid-19 Varian Delta

Yudi minta kepada Pemkab Kerinci dan Pemkot Sungaipenuh untuk melarang kegiatan yang membuat kerumunan. "Meskipun banyak yang positif Covid-19, kegiatan yang membuat masyarakat berkerumunan tidak dilarang pemerintah, seperti pesta nikah, turnamen olahraga dan lainnya," ungkapnya. 

Lurah Lempur Tengah, Indra mengatakan di Kecamatan Gunung Raya juga sudah banyak warga yang positif setelah rapid antigen di Puskesmas Lempur. "Ada 41 orang yang positif setelah rapid antigen, 4 diantaranya merupakan tenaga kesehatan," ujar Indra.

Indra meminta kepada masyarakat Lempur Tengah untuk tetap mematuhi prokes Covid-19. "Saya berharap tidak ada lagi penambahan warga Gunung Raya yang terpapar Covid-19, saat ini 41 orang masih menunggu hasil swab," katanya.

Bupati Kerinci Adirozal kembali mengingatkan masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan. "Kasus Covid-19 di Kerinci kian meningkat, mari kita patuhi kesehatan dan jangan lengah," katanya.

Baca juga : Tujuh Orang Positif Varian Delta

Adirozal juga meminta kepada tim Satgas Covid-19 Kabupaten Kerinci untuk menindak tegas masyarakat yang menggelar kegiatan yang membuat kerumunan. "Jika ada kegiatan yang mengumpulkan lebih dari 50 orang petugas diminta membubarkannya," sebut Adirozal.

Bupati Kerinci dua periode ini menyebutkan, jika ada masyarakat menggelar pesta atau kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, harus ada izin dari Satgas Covid-19 kabupaten atau kecamatan dan Polsek setempat. "Kalau tidak ada izin petugas bisa membubarkan acara atau kegiatan tersebut," pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui tim satuan gugus tugas penanganan Covid-19 akan memberlakukan aturan baru guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Salah satunya larangan bagi warga yang akan menyajikan makanan dan minuman secara prasmanan dalam pesta pernikahan maupun acara pesta lainnya.

Larangan tersebut akan di berlakukan pada Senin 2 Agustus 2021, dimana warga yang akan menggelar pesta harus menyurati tim Satgas Covid-19 Kabupaten Kerinci serta membuat surat pernyataan untuk bersedia menyajikan makanan dalam bentuk nasi kotak kepada tamu undangan yang datang.

“Warga boleh menggelar pesta tapi dengan menerapkan protokol yang ketat serta menyiapkan makanan dalam bentuk nasi kotak, bukan lagi menyajikan makanan dalam prasmanan. Hal ini guna mencegah kerumunan warga,” kata Ketua Satgas Covid-19 Kerinci, Asraf belum lama ini.

Baca juga : Hakim Kena Covid, PN Ditutup

“Datang ke pesta silahkan isi buku tamu, dilanjutkan berfoto setelah itu langsung pulang, tidak boleh makan di lokasi pesta,” jelasnya.

Asraf menambahkan, setelah dikeluarkannya rekomendasi dari tim Satgas Covid-19 Kabupaten Kerinci untuk menggelar pesta, maka petugas akan datang langsung ke lokasi acara guna memantau penerapan protokol kesehatan selama pesta.

“Bukan hanya izin yang dikeluarkan, tapi juga ada petugas Satgas Covid-19 yang ditunjuk untuk datang ke lokasi pesta, guna memantau penerapan protokol kesehatannya, serta tempat duduk di lokasi pesta juga dibatasi maksimal lima puluh kursi tidak boleh lebih,” tegasnya.

Sementara itu, aksi penanganan Covid-19 dari Pemkot Sungaipenuh, tampak adem ayem. Kerumunan terbiarkan, pesta pernikahan dan sekolah tetap berjalan.

Padahal saat Walikota dan Wawako dilantik, Gubernur Jambi berpesan agar Wako dan Wawako lebih memprioritaskan penanganan Covid di Sungaipenuh.

Namun, sejak pelantikan, kegiatan Wako dan Wawako minim menyentuh soal Covid-19, kebanyakan mengurus persoalan sampah dan parkir. "Situasi sekarang lebih parah dari dulu. Tapi kok kurang perhatian Pemkot," ungkap warga.

Ungkapan yang sama juga disampaikan Syafriadi, Wakil Ketua DPRD Sungaipenuh. Ia menilai aksi Pemkot dalam penanganan Covid-19 seolah-olah abai

"Tolong sampaikan kepada Walikota yang baru untuk memprioritaskan menangani Covid-19. Ini sangat mendesak. Persoalan sampah itu nomor dua, itu ada instansi teknis yang melaksanakannya yaitu Dinas LH dan Kebersihan," ujar Syafriadi, yang juga ketua DPC Partai Hanura Kota Sungaipenuh.

Menurutnya, saat ini program pemberdayaan ekonomi masyarakat juga harus diperhatikan, mengingat saat pandemi seluruh lini ekonomi warga mengalami tekanan negatif.

"Persoalan Covid-19 itu membahayakan ekonomi, karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Walikota harus fokus dan serius dalam menangani ini," terangnya.

Dalam memutus mata rantai Covid-19 lanjut dia, diperlukan kerjasama yang baik dan terkoordinasi antar dinas instansi yang tergabung dalam Satgas.

"Yang utama sekarang ini adalah persoalan penanganan dan pemutusan mata rantai Covid-19 yang sangat membahayakan. Apalagi sekarang adanya virus delta," tegasnya.

Sementara itu, Satgas Covid-19 Kota Sungaipenuh belum bisa dikonfirmasi terkait jumlah pasien yang terkonfirmasi Covid-19 di Kota Sungaipenuh.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments