Jumat, 22 Oktober 2021

Nilai Ekspor Pertanian Asal Jambi Capai Rp 2,9 Triliun

Senin, 12 Juli 2021 | 16:39:00 WIB


Ilustrasi kopi
Ilustrasi kopi / istimewa

JAMBI - Karantina Pertanian Jambi mencatat kinerja nilai ekspor pertanian Provinsi Jambi pada semester I/2021 yakni mencapai total volume 718,3 ribu ton atau dengan nilai ekonomi mencapai Rp 2,944 triliun dimana komoditi yang dominan dalam menaikan nilai ekspor tersebut ada biji kopi, kayu manis, pinang dan lainnya.

"Capaian volume ini meningkat 20,15 persen dan untuk nilai meningkat 50,97 persen dibandingkan performa kinerja ekspor pada periode sama di tahun sebelumnya dan peningkatan ini dipicu dengan dilakukannya ekspor langsung dari Pelabuhan Talang Duku, setelah sebelumnya melalui pelabuhan di luar Jambi," kata Kepala Karantina Pertanian Jambi, Turhadi Noerachman melalui keterangan tertulisnya yang diterima, Senin.

Menurut Turhadi, sebelumnya biji kopi dan kayu manis diekspor melalui pelabuhan-pelabuhan lain. Kini dengan sinergi antar semua pihak terkait dan pelaku usaha, sebanyak 27,78 ton biji kopi dan 122,38 ton kayu manis asal Jambi telah dapat diekspor secara langsung. Sehingga nilai tambah dapat langsung diterima oleh petani dan pelaku usaha di Jambi.

Masih menurut Turhadi, pinang masih menduduki peringkat teratas sebagai komoditas unggulan ekspor Jambi. Frekwensi pengirimannya mencapai 540 kali dengan tujuan lebih ke-12 negara tujuan.

"Ada yang menarik dengan komoditas kelapa bulat, ekspornya menurun 12 persen dibanding tahun lalu, namun olahan kelapa berupa kopra meningkat empat kali yakni 1.605 ton sementara tahun lalu hanya 480 ton," katanya.

Sementara itu Anita, Sub Koordinator Substansi Karantina Tumbuhan Jambi pada saat yang sama menambahkan terkait kondisi eksportasi komoditas cangkang sawit dimana, komoditas ini masih tetap memberikan kontribusi yang cukup besar dalam mendongkrak volume dan nilai ekspor Provinsi Jambi.

Meskipun pada April, Mei dan Juni 2021 mengalami perlambatan. Informasi dari eksportir bahwa salah satu penyebabnya karena adanya kenaikan bea ekspor yang semula 20 dolar AS per ton pada Desember 2020 terus meningkat menjadi 35 USD/ton pada Juni 2021, kata Anita.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments