Jumat, 22 Oktober 2021

BI Prediksi Tekanan Inflasi Jambi Berasal dari Komoditas Bahan Pangan

Sabtu, 17 Juli 2021 | 10:01:40 WIB


Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution
Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution / ANTARA/TUYANI

 JAMBI - Tekanan inflasi pada Juli 2021 di Provinsi Jambi diprakirakan tetap terkendali dari komiditas bahan pangan dengan mempertimbangkan kondisi terkini serta kebijakan pemerintah maupun pelaku usaha.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution, di Jambi Sabtu mengatakan, sumber tekanan inflasi terutama masih berasal dari komoditas bahan pangan yang disebabkan oleh normalisasi pasokan setelah melewati masa panen.

Selain itu, adanya potensi keterbatasan pasokan yang akan menyebabkan inflasi akibat gangguan distribusi pasca implementasi PPKM Jawa-Bali mengingat Jawa merupakan daerah sentra produsen dan hub beberapa komoditas.

Dalam rangka menjaga inflasi tetap berada pada sasaran yang ditetapkan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi akan terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah melalui TPID dan Tim Satgas Pangan untuk menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif terkait perkembangan inflasi.

Berdasarkan data BPS Provinsi Jambi, pada Juni 2021 Provinsi Jambi mengalami deflasi bulanan sebesar 0,22 persen. Dengan angka tersebut maka secara tahunan Jambi mengalami inflasi sebesar 2,43 persen dan secara tahun berjalan tercatat inflasi Jambi sebesar 1,55 persen.

Secara keseluruhan, jenis barang dan jasa yang menyumbang deflasi adalah komoditas pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yaitu cabai merah sebesar -23,56 persen, jeruk -9,40 persen, bawang merah -8,90 persen, udang basah -6,13 persen dan ikan nila -3,24 persen.

"Secara umum, penurunan harga bahan pangan tersebut seiring dengan normalisasi permintaan pasca momentum HBKN (Idul Fitri) sesuai dengan pola historisnya," kata Suti Masriani Nasution.

Selain itu, bertambahnya pasokan beberapa komoditas bahan pangan yang tengah memasuki masa panen di produksi lokal dan luar daerah seperti cabai merah dan bawang merah membuat pasokan yang ada dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. Selain itu, dikarenakan adanya kenaikan kasus Covid-19 di beberapa daerah dan untuk mencegah penambahan kasus baru, pemerintah telah melakukan pengetatan mobilisasi kembali.

Sementara itu, inflasi di Kota Jambi pada Juni 2021 secara bulanan mengalami deflasi 0,20 persen, deflasi utamanya didorong oleh penurunan harga yang terjadi pada cabai merah andil -0,22 persen, jeruk andil -0,05 persen, bawang merah andil -0,05 persen, ikan nila andil -0,04 persen dan udang basah andil -0,04 persen.

Sementara itu, deflasi lebih dalam tertahan oleh beberapa komoditas yang mengalami inflasi antara lain daging ayam ras andil 0,11 persen, mobil andil 0,08 persen, bioskop andil 0,03 persen, sawi putih andil 0,02 persen dan rokok kretek filter andil 0,02 persen.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: Antara

TAGS:


comments