Sabtu, 18 September 2021

Pasien Isoman Meninggal di Rumah

Lurah: Pemakamannya Ditunda karena Petugas Kewalahan

Senin, 02 Agustus 2021 | 07:56:02 WIB


Pemakaman pasien Covid-19
Pemakaman pasien Covid-19 / dokumentasi - Metrojambi.com

 JAMBI - Angka kematian akibat Covid-19 di Provinsi Jambi masih tinggi. Sabtu (31/7) lalu, petugas pemulasaraan pasien Covid-19 Kota Jambi sampai kewalahan sehingga ada satu jenazah yang tak langsung dijemput untuk dimakamkan hari itu.

Pasien yang ditunda pemakamannya itu adalah seorang lansia 60 tahun yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya, RT 06 Lorong Merpati, Kelurahan Beringin, Kecamatan Pasar Jambi. Lurah Beringin Yunita menyatakan, pasien tersebut meninggal pada Sabtu sekitar pukul 20.00 WIB.

Petugas pemulasaran khusus pasien Covid-19, kata Yunita, tidak bisa membawa jenazah pada malam itu juga karena kelelahan. “Sabtu malam Minggu itu petugas telah menguburkan sebanyak 12 jenazah Covid,” ujar Yunita kepada Metro Jambi, Minggu (1/8).

Berdasarkan data yang dirilis oleh Satgas Covid-19, pada Jumat (30/7) angka kematian akibat Covid-19 di Kota Jambi terbilang tinggi, yakni sembilan orang. Sedangkan pada Sabtu bertambah dua orang lagi.

Yunita menjelaskan, pasien isoman yang meninggal tersebut memiliki riwayat penyakit ginjal dan pernah cuci darah.

Kata dia, petugas sudah mencoba meminta agar pasien tersebut dirawat di rumah sakit.  “Tapi pihak keluarga tidak berkenan dikarenakan kondisi almarhum sudah mulai membaik," ujarnya.

Ketika mendapat kabar pasien tersebut mengembuskan napas terakhir pada Sabtu malam, Yunita berserta petugas Gugus Tugas langsung ke rumah duka. Namun, mereka menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa membawa jenazah langsung pada malam itu juga.

Camat Pasar Mursidah mengatakan bahwa pasien mengalami perburukan mendadak karena memiliki komorbid atau penyakit bawaan. “Kondisi siang harinya saat diperiksa tim puskesmas saturasi oksigennya 94 persen dan tidak lemas,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pasien tersebut di-swab pada 27 Juli 2021. Sehari kemudian dianjurkan untuk rawat inap karena saturasi sempat turun kurang dari 90 persen.

Selanjutnya, pada 29 Juli 2021, pasien cuci darah rutin di RS Baiturrahim dan melaporkan status positif Covid-19. “Namun, setelah cuci darah, almarhum dipulangkan. Mungkin pihak RS menganggap masih bisa isoman karena kondisi pasien tidak terlalu buruk,” jelas Mursidah.

Pada Sabtu (31/7),  petugas puskesmas kembali melakukan pemantauan dengan hasil kondisi pasien cukup baik. “Pasien bisa berjemur di luar rumah dengan kursi roda,” tambahnya.

Malam harinya, sekitar pukul 19.30 WIB, pasien merasa haus dan meminta minum. “Almarhum tersedak dan kemudian mengalami penurunan kesadaran,” tambah Mursidah.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Jambi Erwandi menyatakan bahw pasien Covid-19 yang meninggal pada Sabtu malam itu sudah dimakamkan dengan prokes yang ketat pada Minggu (1/8) pagi.

Menariknya, Erwandi sendiri meragukan data pemakaman 12 jenazah pada Sabtu itu yang dijadikan alasan penundaan pemakanan. Yang pasti, katanya, pasien meninggal pada malam hari, jadi tidak mungkin langsung dimakamkan malam itu juga.

“Sebelumnya ada juga kejadian serupa, meninggal malam hari dan laporan masuk malam. Jenazah itu juga dimakamkan besoknya. Ini mungkin pertimbangannya tidak bisa dimakamkan malam itu juga,” jelasnya.

Ditanya soal jumlah petugas pemulasaraan di Kota Jambi, Erwandi mengaku belum memegang datanya.

Ke depan, kata dia, bila memungkinkan jenazah bisa dimakamkan malam, maka akan tetap dimakamkan malam itu juga. “Tergantung kondisi saat itu,” ujarnya.

Sementara itu, Satgas Covid-19 Provinsi Jambi merilis bahwa per 1 Agustus 2021, ada tambahan tujuh orang meninggal dunia. Sebanyak lima pasien dari Merangin dan dua dari Tanjabtim. Sementara itu, 414 orang lainnya dinyatakan positif Covid-19 yang tersebar di enam kabupaten/ kota.

Di antaranya, 123 orang di Kota Jambi, 102 pasien di Batanghari, 80 di Muarojambi, 44 di Bungo, 40 di Merangin dan 25 orang di Tebo. Lalu, ada 295 orang lainnya dinyatakan sembuh, yakni 124 orang di Kota Jambi, 82 di Muarojambi, 76 di Batanghari, dan 13 orang di Merangin.

Secara akumulatif, pasien tepapar Covid-19 di Provinsi Jambi mencapai 20.667 orang, dimana 14.995 orang dinyatakan sembuh, 432 orang meninggal dunia dan 5.240 orang dalam proses perawatan.


Penulis: nta/chy
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments