Minggu, 19 September 2021

Kepala Puskesmas dan Dokter Meninggal

Senin, 02 Agustus 2021 | 08:00:42 WIB


/

 JAMBI - Dari Tebo dilaporkan, seorang dokter meninggal dunia karena Covid-19, sedangkan di Tanjung Jabung Timur salah satu yang meninggal dunia adalah kepala puskesmas. 

Dokter gigi yang meninggal karena Covid-19 di Tebo adalah, Tri Widiarni SpKG. Dokter Rumah Sakit Umum Daerah Tebo ini sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit dan kondisinya membaik.

Karena itu, dia memilih isolasi mandiri di rumah.  Namun, setelah beberapa hari, kondisinya kembali memburuk sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Permata Hati Bungo.

Direktur RSUD Tebo dr Oktavienni mengatakan, rekannya sempat akan dirujuk ke RSUD Jamil Padang. Namun, karena kamar isolasi Covid-19 di sana penuh, maka dirawat di RS Permata Hati Bungo.

“Sabtu (31/07) kemarin, almarhumah mengembuskan nafas terakhirnya,’’ ujar Oktavienni. Selain Covid-19, dokter Wiwid disebut memiliki riwayat penyakit hipertensi dan diabetes melitus. 

“Kami bersama seluruh dokter dan jajaran turut berduka cita. Semoga almarhumah diberikan kelapangan di kuburnya serta Allah balas segala kebaikannya. Almarhumah merupakan pahlawan Covid-19,” katanya.

Sementara Satgas Covid-19 Tanjab Timur melaporkan, dalam dua hari berturut-turut jumlah yang meninggal dunia mencapai lima orang. Kelimanya meninggal dunia dengan keluhan yang sama, yakni sesak nafas dan penurunan kesadaran.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Tanjabtim Sapril mengatakan, pada Sabtu (31/7) tercatat tiga pasien yang meninggal dunia. Kemudian pada Minggu bertambah dua pasien lagi.

Diakuinya, salah satu pasien yang meninggal tersebut memang kepala puskesmas di Tanjab Timur, inisial Z usia 56 tahun.

“Pemakaman jenazah dilakukan dengan protokol Covid-19,” katanya. Semuanya dimakamkan di kecamatan masing-masing dengan persetujuan masyarakat setempat dan Tim Gugus Tugas Covid-19 kecamatan.

Sapril menambahkan, dengan adanya penambahan ini, maka jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Tanjabtim mencapai 18 orang. Sebelas pasien di antaranya dirawat di Tanjabtim. Sedangkan tujuh lainnya dirawat di Kota Jambi dan Tanjung Jabung Barat.

Lima dirawat di Kota Jambi, dua di Tanjabbar. “Namun, berdasarkan identitasnya, ketujuh orang tersebut adalah warga Tanjabtim yang berobat di luar Tanjabtim,” tukasnya.


Penulis: mok/nng
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments