Rabu, 29 September 2021

Wali Kota Jambi Tinjau Graha Lansia untuk Tempat Isoman

Senin, 02 Agustus 2021 | 14:20:24 WIB


Wali Kota Jambi Syarif Fasha, meninjau kesiapan Graha Lansia Kota Jambi untuk menjadi tempat isolasi mandiri (isoman) bagi masyarakat setempat yang terpapar COVID-19.
Wali Kota Jambi Syarif Fasha, meninjau kesiapan Graha Lansia Kota Jambi untuk menjadi tempat isolasi mandiri (isoman) bagi masyarakat setempat yang terpapar COVID-19. / istimewa

JAMBI - Wali Kota Jambi Syarif Fasha, Senin meninjau kesiapan Graha Lansia Kota Jambi untuk menjadi tempat isolasi mandiri (isoman) bagi masyarakat setempat yang terpapar Covid-19.

"Graha Lansia Kota Jambi akan disiapkan bagi pasien Covid-19 dengan maupun tanpa gejala, baik gejala ringan maupun sedang," kata Syarif Fasha.

Pemkot Jambi telah mempersiapkan berbagai rencana kontingensi untuk mengantisipasi peningkatan tren kasus Cobid-19 di Kota Jambi dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir.

Ia meminta masyarakat tetap disiplin secara ketat dalam menerapkan protokol kesehatan, karena kunci pengendalian kasus dan penurunan angka penularan dengan disiplin ketat prokes.

Data perkembangan kondisi terkini kasus Covid-19 di Kota Jambi, jumlah kasus terkonfirmasi positif pada 1 Agustus 2021 berjumlah 6.938 orang atau terjadi penambahan 123 pasien dengan kasus terkonfirmasi positif, sedangkan 4.760 orang dinyatakan sembuh atau ada penambahan 124 pasien, dan meninggal dunia 226 orang.

Ia mengatakan kedisiplinan dan kepedulian kunci utama dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

Sementara itu, pihak kepolisian setempat meminta warga tetap mematuhi dan mengikuti aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan penerapan prokes yang lebih dioptimalkan, seiring meningkatnya jumlah pasien Covid-19 di daerah itu.

Untuk mengendalikan kasus konfirmasi harian dan kasus aktif tinggi, dilakukan optimalisasi pelaksanaan PPKM dan kampanye penerapan prokes, serta 3M, utamanya memakai masker, melakukan kampanye masif pemakaian masker dan membagikan masker.

Selanjutnya, upaya pengendalian penanganan lonjakan kasus Covid-19 di tingkat hilir dengan cara memperkuat kapasitas kesehatan tempat isolasi, ketersediaan obat-obatan, vitamin dan ketersediaan oksigen, memperkuat 3T (testing, tracing, treatment) serta memiliki skenario apabila menghadapi situasi kontinjensi.

Penerapan PPKM di Kota Jambi, terutama tingkat desa/ RT/ RW harus tetap dimonitor dengan pembentukan posko desa, kepatuhan penerapan prokes (3M), dan pelaksanaan 3T.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments