Senin, 6 Desember 2021

MTQ ke-50 Tingkat Provinsi Jambi di Tanjabbar Terancam Sepi Pengunjung

Senin, 23 Agustus 2021 | 11:59:45 WIB


Ketua LPTQ, Hairan
Ketua LPTQ, Hairan / Eko Siswono/Metrojambi.com

KUALATUNGKAL -- Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-50 tingkat Provinsi Jambi tahun 2021 di Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) terancam sepi pengunjung. Hal ini dikarenakan Pemkab Tanjabbar melakukan lockdown di Kualatungkal, yang menjadi pusat pelaksanaan MTQ.

MTQ ke 50 tingkat Provinsi Jambi direncanakan dilaksanakan 23 September hingga 8 Oktober 2021. Nantinya, MTQ akan dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan, mengingat pandemi Covid-19 saat ini masih berlangsung.

Bupati Tanjabbar, Anwar Sadat mengatakan, lockdown akan dilakukan sesuai dengan arahan dari Pemerintah Provinsi Jambi, karena dikhawatirkan akan terjadi kerumunan massa saat pelaksanaan MTQ nantinya.

"Nanti akan dilakukan lockdown selama satu minggu. Saya rasa ini langkah yang tepat untuk mencegah terjadinya kerumunan," kata Anwar, Senin (23/8).

Dijelaskan Anwar, nantinya saat pelaksanaan lockdown pihaknya tidak akan membuka akses transportasi ke Kualatungkal, baik melalui darat maupun laut. "Nantinya juga akan dilaksanakan vaksinasi dan testing secara masif," ujarnya.

Sementara itu Ketua LPTQ, Hairan menyebutkan, nantinya kegiatan penyambutan kafilah dari kabupaten/kota lain akan dilakukan secara bertahap.

Tahap pertama, untuk kafilah dari Kabupaten Kerinci, Merangin, Sorolangun, Tebo, Bungo, dan Kota Sungaipenuh dilaksanakan pada tanggal 30 September di Balai Adat Kualatungkal.

"Sedangkan tahap kedua untuk kafilah dari Kabupaten Tanjungjabung Barat, Tanjungjabung Timur, Batanghari, Muarojambi, dan Kota Jambi, akan dilaksanakan pada tanggal 1 oktober di tempat yang sama," kata Hairan.

Dikatakannya lagi, seluruh kafilah akan dilakukan tes PCR ketika telah berada di Kualatungkal agar bebas dari Covid-19. Untuk pendamping kafilah akan dibatasi maksimal 18 orang di luar tim kesehatan.

"Semua kegiatan akan kita laksanakan pada siang hari, dengan 11 tempat kegiatan yang berbeda, agar tidak terjadi kerumunan. Lalu dalam pelaksanaan perlombaan juga kita persingkat jadi tidak ada sistem masuk semifinal, atau babak final, hanya sekali jalan pertandingan sistemnya gugur," pungkasnya.


Penulis: Eko Siswono
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments