Senin, 6 Desember 2021

Belum Efektif, Bocor di Sana-Sini

Selasa, 24 Agustus 2021 | 09:11:35 WIB


Petugas kepolisian saat berjaga di salah satu titik penyekatan di Kota Jambi, Senin (23/8)
Petugas kepolisian saat berjaga di salah satu titik penyekatan di Kota Jambi, Senin (23/8) / Metrojambi.com

JAMBI - Pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Jambi belum berjalan efektif. Kebocoran terjadi di sejumlah pos penyekatan. Banyak jalan alternatif untuk masuk ke Kota Jambi tanpa dicegat petugas.

Metro Jambi memantau pos penyekatan Aurduri I di kawasan Buluran, sekitar pukul 13.00 WIB. Sepi petugas. Hanya ada satu orang sedang beristirahat di dalam tenda. Penghalang kendaraan menutupi separuh jalan. Kendaraan dari arah jembatan Aurduri bebas masuk. 

Baca juga : Sejumlah Kendaraan Masih Bebas Melintas, Petugas Bantah Penyekatan Tidak Efektif

Sekitar pukul 15.57 WIB, Metro Jambi kembali melintasi kawasan ini dan melihat banyak kendaraan bebas masuk kota. Tak satu pun dari petugas menanyai kendaraan yang kemungkinan berasal dari arah Muarojambi atau luar provinsi itu.

Komandan regu di pos tersebut, Aiptu Edi Hariyanto, menyatakan bawah siang hingga sore Senin cuaca hujan cukup menghalangi petugas.

“Ada keterbatasan juga karena baru selesai hujan. Setelah ini kami action lagi di jalan. Kan tidak mesti kami dari pagi sampai malam ada giat terus. Kami perlu istrihat sebentar,” ujarnya.

Edi menjelaskan, ada dua regu di pos penyekatan Aurduri I dengan jumlah 24 orang per regu. “Sistem kerjanya 1x24 jam. Satu shif 24 orang,” ucap dia.

Baca juga : Puluhan Kendaraan Bebas Melintas di Pos Penyekatan Simpang Rimbo Selama Turun Hujan

“Saya pikir jumlah kami cukup. Tapi saat jam sibuk kami memang sempat kewalahan, yakni saat jam kerja,” tambahnya lagi.

Ditanya apakah ada kendaraan yang ditolak masuk Kota Jambi di hari pertama, Edi menyebutkan ada sekitar 50 kendaraan yang dipaksa putar balik. “Sekitar 30 kendaraan roda empat dan 20 kendaraan roda dua,” jelasnya.

Di pos penyekatan Simpangrimbo, sejumlah kendaraan diminta memutar balik karena tidak membawa surat vaksin dan atau surat bukti bebas Covid-19.  Tak hanya kendaraan pribadi, penumpang bus antar kota juga diminta menunjukkan kartu vaksin.

Beberapa penumpang diminta menjalani rapid test antigen. Beruntung semua penumpang negatif sehingga dibolehkan melintas.

Salah satu pengendara motor, Haspiati Hasanah, terpaksa memutar balik karena tidak mempunyai KTP dan surat vaksinasi. “Saya mau kerja dekat UIN, jaga konter. Saya tinggal di Mendalo,” ujarnya. Seorang sopil mobil pik up yang membawa sembako juga diminta memutar balik. 

Sekitar pukul 13.00 WIB, hujan turun deras membuat kegiatan pemeriksaan dihentikan. Banyak kendaraan bebas melintas di depan pos dengan leluasa. Dalam kurun waktu 13 menit, sebanyak 52 kendaraan masuk ke Kota Jambi tanpa pemeriksaan.

Kepala pengamanan pos penyekatan Simpangrimbo, Iptu Aidil, mengatakan bahwa keterbatasan fasilitas tenda membuat kerja petugas tidak optimal di saat hujan. Namun, karena mendapat bantuan tenda dari BPBD, pada hari berikut petugas tetap bisa melakukan pemeriksaan.

Di pos penyekatan Paal X, Kotabaru, petugas mengecek satu per satu pengendara. Pengendara yang tidak bisa menunjukkan bukti vaksin, harus di-rapid test antigen. Gratis. Ada pula yang langsung divaksinasi.

Pantauan Metro Jambi sekitar pukul 10.00 WIB, pemeriksaan diperketat bagi pengendara kendaraan roda dua dan kendaraan penumpang. Sedangkan truk angkutan barang tidak begitu menjadi perhatian.

Sementara itu, penyekatan di dalam kota memunculkan kemacetan. Salah satunya terpantau di kawasan Simpangkawat. Kemacetan terjadi karena sejumlah kendaraan yang dihadang ke arah Simpangpulai menolak memutar ke arah Kotabaru.

Di Tugu Keris Siginjai, kendaraan yang akan melintas dari arah traffic light Kotabaru juga diberhentikan dan diarahkan untuk putar balik.

Salah satu pengendara mengaku resah atas penyekatan ini. “Ini mau mengantarkan jajanan ringan. Ya terganggulah, belum lagi kita tidak dapat sembako. Susah saya mau kerja, saya cari jalan tikus lah lagi,” ujarnya.

Akali Petugas Lewat Jalan Alternatif

Banyak pengendara ternyata cukup hapal dengan jalan-jalan alternatif atau jalan tikus untuk menghindari pos penyekatan. Dari arah Mendalo, sejumlah pengendara memilih jalur Citraraya-Pematanggajah untuk menghindari pos Simpangrimbo.

Sedangkan dari arah Aurduri terlihat banyak kendaraan dari arah Sengeti masuk ke Kota Jambi melewati gerbang utama Perumahan Aurduri dan jalan depan Kantor BWSS.

Demikian pula pintu masuk di Simpang Acay, Paal Merah Lama, yang juga sama sekali tanpa penyekatan. Sehingga, pengguna kendaraan dari arah Muarojambi tetap bisa masuk ke Kota Jambi melalui Desa Mekarjaya.

Juru Bicara Pemkot Jambi, Erwandi mengatakan bahwa pihaknya melakukan evaluasi atas penerapan pengetatan PPKM Level 4 hari pertama.

Sementara Kasat Pol PP Kota Jambi Mustari Affandi mengatakan, bahwa untuk kawasan-kawasan yang disekat warga boleh melintasi sebelum pukul 08.00 WIB. “Yang boleh melintasi itu untuk keperluan bekerja,” ujarnya.

 


Penulis: nta
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments