Jumat, 22 Oktober 2021

Air Sungai Keruh Akibat PETI, Warga Rantel Ancam Tutup Jalan Menuju Batu Kerbau

Selasa, 24 Agustus 2021 | 19:29:29 WIB


Rio Rantel, Badrul Aini menyampaikan keluhan warga kepada Kapolsek dan Camat Pelepat terkait aktivitas PETI yang mencemari Sungai Batang Pelepat
Rio Rantel, Badrul Aini menyampaikan keluhan warga kepada Kapolsek dan Camat Pelepat terkait aktivitas PETI yang mencemari Sungai Batang Pelepat / Metrojambi.com

 MUARABUNGO - Warga Dusun (Desa) Rantau Telau (Rante), Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo mengancam akan mengambil tindakan tegas terkait aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di hulu Sungai Batang Pelepat, jika pemerintah daerah dan aparat penegak hukum tidak segera bertindak.

Rio (Kepala Desa, red) Rantel, Badrul Aini kepada awak media mengungkapkan jika warga Desa Rantel sudah sangat sengsara akibat aktivitas PETI, terutama di Dusun Batu Kerbau. Badrul mengatakan jika aktivitas PETI telah membuat air sungai menjadi keruh, sehingga tidak bisa dimanfaatkan warga.

"Air Sungai Batang Pelepat yang menjadi sumber utama warga kami untuk hajad hidup sangat keruh. Jangankan untuk minum dan memasak, untuk mandi dan mencuci saja sudah tidak layak digunakan," kata Badrul, Selasa (24/8).

Ditambahkan Badrul, hari ini sebenarnya warga juga akan melakukan aksi demo ke wilayah tambang emas illegal yang menggunakan excavator di hulu Sungai Batang Pelepat, untuk mengusir para pelaku PETI.

"Sesuai dengan hasil rapat tanggal 14 Agustus 2021 lalu, hari ini sebenarnya warga sebenarnya akan demo ke wilayah tambang itu. Tapi sesuai dengan arahan Kapolsek Pelepat dan Kasat Intel Polres Bungo serta Camat Pelepat tadi pagi, makanya kita sampaikan surat pemberitahuan dulu ke Polres Bungo, Kodim Bute dan Pemda Bungo serta DPRD Bungo. Langkah selanjutnya kita tunggu arahannya dulu," papar Badrul.

Dengan langkah dan prosedur yang telah diikuti itu, ia sangat berharap adanya langkah cepat dari pihak-pihak yang berwenanf untuk membantu mengatasi persoalan kesulitan air bersih yang dialami warga Dusun Rantel, dengan cara memberantas aktivitas PETI di hulu Sungai Batang Pelepat.

"Kalau tidak ada langkah yang cepat dari pihak-pihak yang kami surati itu dan masyarakat tidak bisa menghentikan aktivitas PETI itu, kemungkinan warga kami akan memutus akses ke Dusun Batu Kerbau," tegas Badrul.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments