Selasa, 28 September 2021

Warga Protes PETI Sebabkan Gatal

Aparat Tahan Aksi Pengusiran Penambang Ilegal

Rabu, 25 Agustus 2021 | 11:56:48 WIB


Air Sungai Batang Pelepat di Kabupaten Bungo saat ini kodisinya keruh akibat adanya aktivitas penambangan emas ilegal
Air Sungai Batang Pelepat di Kabupaten Bungo saat ini kodisinya keruh akibat adanya aktivitas penambangan emas ilegal / Metrojambi.com

 MUARABUNGO – Ratusan warga yang berdiam di sepanjang tepian Sungai Batang Pelepat, Kabupaten Bungo, memprotes penambangan emas ilegal di bagian hulu sungai tersebut. Bertahun-tahun mereka menderita gatal setelah mandi air sungai yang tercemar.

Sungai yang sepuluh tahun lalu jernih dan dapat diminum, kini terus keruh dan tak dapat dimanfaatkan. “Hari ini, sebenarnya warga hendak menggelar aksi protes di lokasi PETI (penambangan emas tanpa izin) di hulu Sungai Pelepat,” ujar Rio Dusun Rantel Badrul Aini, Selasa (24/8).

Dusun atau Desa Rantel berada dalam Kecamatan Pelepat, di sepanjang daerah aliran Batang Pelepat. Sebagai rio atau kepala desa, Badrul sangat mendukung protes masyarakatnya.

Sebab, sudah lama warganya menderita penyakit kulit yang diduga akibat pencemaran air sungai. “Sudah banyak warga kami yang kena penyakit gatal-gatal,” tambahnya. 

Siti Maryam, salah satu warga, mengaku mengalami gatal sejak air Batang Pelepat berubah warna kuning dan bercampur lumpur. Padahal, selama ini mereka menggunakan air Batang Pelepat untuk mandi, mencuci dan minum.

Katanya, Batang Pelepat adalah satu-satunya sumber air yang dekat dari rumahnya untuk keperluan memasak. “Bertahun-tahun kami mandi air keruh ini. Kami minta pemerintah tolong kami,” ujar Nenek Maryam, Selasa (24/8)

Nurhasanah, rekan Siti Maryam, menyebut air Batang Pelepat adalah sumber utama kehidupan mereka di Dusun Rantel sejak puluhan tahun. Kini tidak bisa lagi digunakan untuk hajat hidup orang banyak, tetapi hanya untuk hidup segelintir toke.

“Tulunglah kami ko cepat, Pak. Dak sanggup lagi kami gunokan ayik sungai ko. Iko ulah PETI makonyo ayik sungai kami keruh,” ucap Nenek Nurhasanah.

Badrul mengatakan, kesulitan air bersih menjadi problem warganya sejak beberapa bulan terakhir. “Jangankan untuk minum, untuk mandi dan mencuci saja Batang Pelepat tidak layak lagi saking keruhnya,” kata Badrul.

Katanya, aktivitas PETI di bagian hulu Batang Peletap banyak ditemukan di wilatah Dusun Batu Kerbau.

Menurut dia, rencana aksi protes ke lokasi PETI pada Selasa dilakukan sesuai hasil  rapat warga pada 14 Agustus 2021 lalu.

“Tapi karena kita mengikuti prosedur, sesuai arahan Kapolsek Pelepat, Kasat Intel Polres Bungo dsan Camat Pelepat tadi pagi, makanya kita sampaikan surat pemberitahuan dulu ke Polres Bungo, Kodim Bute, Pemkab dan DPRD Bungo. Selanjutnya kita tunggu arahan,” papar Badrul.

Dia berharap pihak-pihak yang berkompeten di pemerintahan mau membantu mengatasi  persoalan air bersih di dusunnya dengan cara memberantas PETI.

“Kalau tidak ada langkah yang cepat dari pihak-pihak yang kami surati itu, dan masyarakat tidak bisa menghentikan aktivitas PETI, kemungkinan warga kami akan memutus akses ke Dusun Batu Kerbau,” tegas Badrul.


Penulis: mii
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments