Selasa, 26 Oktober 2021

Kasus Kepala Anjing Belum Terungkap

Kamis, 26 Agustus 2021 | 07:52:18 WIB


Kardus berisikan potongan kepala anjing yang dikirimkan ke Sekretariat KAMI Jambi dan rumah almarhum Amrizal Ali Munir
Kardus berisikan potongan kepala anjing yang dikirimkan ke Sekretariat KAMI Jambi dan rumah almarhum Amrizal Ali Munir / dokumentasi - Metrojambi.com

 JAMBI – Teka-teki pengirim potongan kepala anjing ke rumah dan sekretariat Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Provinsi Jambi (almarhum) Amrizal Ali Munir hingga saat ini belum terungkap. Polisi masih menyelidiki.

Kapolsek Jelutung Iptu Aidil Munsaf mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki laporan kiriman kepala anjing ke sekretariat KAMI. “Untuk laporan itu sudah kita lakukan penyelidikan,” ujar Aidil kepada Metro Jambi, Rabu (25/8).

Menurut Aidil, pihaknya mengalami kendala saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) karena barang bukti (BB) sudah tidak ada. Polisi juga sudah mengambil keterangan beberapa orang di sekretariat KAMI.

“Sayangnya, dari beberapa orang yang kita ambil keterangan, mereka tidak mengetahui siapa yang meletakkan (kepala anjing, red),” ungkapnya lagi. Selain itu, di sekretariat KAMI tidak ada CCTV yang diharapkan dapat membantu mengungkap kasus ini.

Dia menjelaskan, polisi sudah mendatangi sekretariat KAMI di Jalan Prof M Yamin beberapa waktu lalu.

Aktivis Amrizal Ali Munir meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Raden Mattaher Jambi, Jumat (13/8) dini hari. Belakangan terungkap fakta mengejutkan.

Muhammad Usman, rekan almarhum di KAMI, mengungkapkan bahwa pada 2 Agustus 2021, ada kiriman paket kepala anjing ke rumah Amrizal di Kenaliasam Atas dan sekretariat KAMI. Kepala anjing tersebut dimasukkan ke dalam kardus dan diberi tulisan “HATI-HATI” dan “AWAS”.

Untuk kasus di sekretariat KAMI dilaporkan ke Polsek Jelutung, sedangkan temuan kepala anjing di rumah almarhum dilaporkan ke Polsek Kotabaru.

Belum jelas tujuan pengiriman “teror” kepala anjing tersebut. Usman meminta polisi mengusut kasus ini agar tidak ada kejadian serupa menimpa aktivis-aktivis lainnya di Jambi.

Menurut Aidil, laporan kiriman kepala anjing ke sekretariat KAMI dibuat oleh penjaga kantor bernama Yuswir. “Kepala anjing itu tidak disebutkan tertuju kepada siapa,” katanya. 

Dalam keterangan kepada polisi, lanjut Aidil, saat menemukan kepala anjing itu Yuswir langsung membuangnya. “Dia langsung buang ke tong sampah,” pungkasnya.


Penulis: Pratiwi Resti Amalia
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments