Minggu, 26 Juni 2022

Pesenam Jambi Bidik peluang Boyong Medali PON XX/2021

Jumat, 13 Agustus 2021 | 11:29:07 WIB


/ Antara

 JAMBI - Pengprov Persani Jambi akan tampil realistis pada PON XX/2021 di Papua Oktober mendatang. Dengan kondisi pandemi membuat segala persiapan atlet senam Jambi menghadapi kendala, namun peluang pesenam Jambi meraih medali masih terbuka dari nomor senam sport aerobik putra dan putri.

Ketua Harian Pengprov Persani Jambi, Indra mengatakan, anak-anak asuhnya diharapkan tetap tampil maksimal membela Jambi di Papua mendatang. "Kemungkinan mendapat medali tetap terbuka, namun kami harus realistis dengan kondisi saat ini," kata Indra, Jumat (13/8).

Indra juga mengungkapkan bahwa mulai dari asupan gizi hingga kesempatan uji coba cabang olahraga sangat terbatas. Termasuk mekanisme pelatda yang menurutnya tidak membuat para atlet terbangun karakternya.

Persani Jambi sendiri berhasil meloloskan enam nomor dari tiga disiplin pada PON mendatang. Aprilian Anggara, Veronica, Putri Ramadani dan Fitri Khairunissa akan turun di disiplin sport aerobic. Sementara di disiplin ritmik, Jambi menurunkan Amalia Rizki Mentari dan Bela Fitrianingsih.

"Peluang medali emas PON Papua ada pada Aprilian yang lolos 'wild card' dan hingga saat ini dia masih menghuni Pelatnas SEA Games. Sedangkan kelima atlet lainnya lolos di PON karena lolos medali di kejurnas prakualifikasi PON," jelasnya.

Sementara itu pelatih sport aerobic Persani Jambi, Windra Lesmana, mengatakan peluang anak didiknya mendulang emas masih terbuka lebar. Hanya memang kekuatan tuan rumah belum bisa dibaca.

"Sebab tim Papua lolos wild card karena menjadi tuan rumah dan sayangnya sampai saat ini kami belum pernah melihat penampilan mereka sehingga belum menentukan strategi apa yang akan kami terapkan sedangkan lawan berat akan datang dari Jakarta, Jawa Timur dan Lampung," kata Windra di Gedung Persani Jambi di Kotabaru, Kota Jambi.

Dia juga menyoroti kebijakan pemangku kebijakan olahraga di Jambi yang membatasi kesempatan uji coba. Pihaknya hanya diizinkan untuk melakukan uji coba di Jakarta, itu pun dibatasi hanya 3 hari.

"Yah, kami di cabor kan yang paling tahu bagaimana dan kemana harus 'try out' untuk menguji kemampuan atlet," katanya.


Penulis: ant/fdy
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments