Selasa, 26 Oktober 2021

Tiga Titik Box Culvert di Merangin Rusak Berat

Rabu, 09 Juni 2021 | 10:39:57 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

BANGKO - Tiga titik box culvert di Desa Meranti, Kabupaten Merangin mengalami rusak berat akibat tergerus air hujan lebat. Butuh anggaran sebesar Rp 800 juta untuk melakukan perbaikan ketiganya.

Saat dikonfirmasi mengenai jalan dan box culvert di Desa Meranti, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Merangin, Syafri mengatakan pihaknya sudah mendata gorong-gorong rusak tersebut.

Menurutnya, dalam waktu dekat akan segera diperbaiki menggunakan dana tanggap darurat. Sebab, saat ini dalam pengajuan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah serta menyusun perencanaan secara teknis ke PUPR.

"Sudah kami data, secara prosedur sesuai saran bupati kami akan mengajukan anggaran menggunakan dana tanggap darurat. Sekarang dalam proses," ujarnya, Rabu (9/6).

Waktu perealisasiannya, Syafri mengatakan masih dalam pengkajian aturan penggunaan dana tanggap darurat tersebut oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Sementara untuk saat ini khusus bagi warga yang menggunakan jalan Desa Meranti itu, diharapkan bersabar dan menggunakan jalan alternatif.

Dia mengakui jika ukuran gorong-gorong yang dibangun zaman perang itu tidak mampu menahan debit air yang deras dan membuatnya rusak.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Merangin, Aspan mengakui jika BPBD telah berkonsultasi tentang perbaikan jalan dan box culvert di Desa Meranti.

Dikatakannya, PUPR diminta untuk merancang perencanaan teknis perbaikan jalan tersebut.

"Sekarang sedang dilakukan perencanaan teknisnya. Setelah selesai nanti akan kami sampaikan ke BPKAD," ujarnya.

Aspan menyebutkan, jika tidak terlaksana oleh BPBD menggunakan dana tak terduga, pihaknya akan memprioritaskan di tahun 2022 mendatang.

"Andaikan sampai pembahasan APBD 2022 nanti tidak ditangani mereka (BPBD, red), kita tetap maju. Itu menjadi skala prioritas PUPR, tidak mungkin kita biarkan seperti itu," tegasnya.

Terkait biaya, Aspan mengatakan untuk tiga titik itu dibutuhkan dana sekitar Rp 800 juta. Sebesar Rp 500 juta untuk yang di Desa Meranti, Rp 200 juta untuk perbaikan di Desa Rasau. Sedangkan untuk Desa Rasau dibutuhkan anggaran sekitar Rp 100 juta


Penulis: Andi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments