Minggu, 28 November 2021

Keberhasilan Program Kampus Mengajar Angkatan I Tahun 2021

Senin, 09 Agustus 2021 | 15:27:28 WIB


/

 Oleh: Zeva Adi Fianto

TAHUKAH kalian kalau Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim membuat sebuah gebrakan baru khususnya untuk perguruan tinggi dengan konsep Kampus Merdeka?

Kampus Merdeka ini diatur melalui Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, pada Pasal 18 disebutkan bahwa pemenuhan masa dan beban belajar bagi mahasiswa program sarjana atau sarjana terapan dapat dilaksanakan:

1). Mengikuti seluruh proses pembelajaran dalam program studi pada perguruan tinggi sesuai masa dan beban belajar; dan

2). Mengikuti proses pembelajaran di dalam program studi untuk memenuhi sebagian masa dan beban belajar dan sisanya mengikuti proses pembelajaran di luar program studi.

Salah satu program dari kampus merdeka yang sering dibicarakan oleh mahasiswa adalah Kampus Mengajar. Kampus Mengajar merupakan bagian dari program Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan. Kemudian program ini juga dianggap mampu memberikan manfaat yang saling menguntungkan antara sekolah dasar dan mahasiswa.

Program kampus mengajar memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk mengasah kemampuan interpersonal sekaligus mendapatkan pengalaman mengajar. Selain itu, siswa sekolah dasar mendapat kesempatan untuk berinteraksi dan terinspirasi oleh mahasiswa pengajar yang mengikuti program kampus mengajar.

Dengan demikian di keadaan pandemi covid-19 ini program kampus mengajar dapat menjadi solusi sekolah dasar, sehingga mampu mengadakan proses belajar-mengajar yang efektif tentunya dengan cara menempatkan mahasiswa di sekolah dasar seluruh Indonesia.

Sejak Selasa, 9 Februari 2021 mas Menteri resmi meluncurkan Program Kampus Mengajar Angkatan I tahun 2021. Dimana program ini diikuti oleh puluhan ribu mahasiswa se-Indonesia, sekitar 15.000-an mahasiswa yang akan lolos beberapa tahap seleksi dan berhak mengikuti kegiatan Kampus Mengajar.

Untuk Kampus Mengajar Angkatan I tahun 2021ini dikhususkan untuk menerjunkan mahasiswa yang berdomisili dekat dengan SD sasaran dikarenakan melihat situasi pandemi Covid-19 saat ini. Untuk SD sasaran Kampus Mengajar adalah SD terakreditasi C, terutama yang berada didaerah 3T.

Mahasiswa pengajar berperan sebagai duta edukasi perubahan perilaku pencegahan Covid-19. Tujuan mahasiswa diterjunkan ke SD pada program Kampus Mengajar adalah untuk membantu guru dalam kesulitan belajar mengajar baik secara luring maupun daring.

Adapun kegiatan mahasiswa meliputi membantu meningkatkan literasi dan numerasi, membantu adaptasi teknologi, membantu administrasi guru.

Surat Tugas Nomor 1498/E1/DI.00.00/2021 tentang melaksanakan Program Kampus Mengajar resmi diterbitkan pada tanggal 20 Maret 2021. Kegiatanpun dilaksanakan per tanggal 22 Maret sampai dengan 25 Juni 2021 atau kurang lebih selama 3 bulan. SD sasaran yang menjadi lokasi mengabdi saya adalah adalah SDN Sumberrejo tepatnya di Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Sebenarnya SDN Sumberrejo kalau dilihat dari lokasinya menurut saya bukan termasuk SD yang 3T, namun jumlah siswa dari kelas 1 – 6 kurang dari 100 siswa. Guru-guru SD N Sumberrejo masih muda-muda dan tentunya memiliki kreativitas yang tinggi dalam melaksanakan pembelajaran, sehingga saya dalam menjalankan tugas merasa terbantu. Tetapi untuk masalah sarana dan prasarana pembelajaran belum terpenuhi dan masih banyak yang kurang.

Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang memadai. Program kampus mengajar berjalan dengan metode luring dengan memberlakukan kebijakan sistem pembelajaran selama dua jam setiap hari untuk siswa kelas 1 sampai kelas 6 dengan tetap menjaga protokol kesehatan yaitu cek-suhu dan menghindari kerumunan.

Dalam rangka mensukseskan program kampus mengajar di SDN Sumberrejo saya Zeva Adi Fianto dari PGSD UAD dan tim mahasiswa lainnya berinisiatif untuk mengenalkan teknologi serta mengaplikasikannya kedalam pembelajaran di kelas (luring) dengan menggunakan media berupa Hp, laptop, lcd, proyektor. Hal ini sesuai dengan tujuan dari Kampus Mengajar yaitu adaptasi teknologi.

Sebelumnya para mahasiswa mencoba mengkombinasikan dengan teknologi pada saat kegiatan pesantren Ramadhan dengan memutarkan video dan menampilkan materi, dimana kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang dibuat pada saat bulan ramadhan. Seluruh kelas 1-5 memberikan respon positif, dan terlihat lebih senang dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Kemudian pembelajaran tematik juga dikombinasikan dengan menggunakan teknologi berupa laptop untuk menampilkan video atau bahan ajar. Namun, dalam pelaksanaannya terkendala oleh LED dan proyektor yang hanya tersedia 1 saja. Dengan adanya kendala tersebut, sehingga diputuskan untuk setiap kelas membagi 2 kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 6 orang dan 2 mahasiswa yang bertugas untuk operator. Untuk jumlah siswa sendiri per kelasnya tidak lebih dari 16 siswa. Hal ini memudahkan dalam memonitor kelas.

Kemudian untuk membangun budaya minat baca para siswa, para mahasiswa  menciptakan program literasi dengan menghidupkan perpustakaan sekolah yang selama pandemi tidak terpakai dan membuat pojok baca di perpustakaan. Program ini dikembangkan dengan mengajak para siswa untuk mengunjungi perpustakaan setiap hari saat di sekolah guna mengisi waktu istirahat. Para siswa diajak untuk membaca buku selain buku pelajaran di perpustakaan sekolah agar mereka memiliki pengetahuan baru selain dari buku mata pelajaran di sekolah.

Para siswa tampak antusias dengan kegiatan tersebut, selain dapat membaca buku secara langsung di perpustakaan, siswa dapat meminjam buku tersebut untuk dibaca Ketika di rumah.

Disamping itu, para mahasiswa menambahkan kegiatan literasi numerasi yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memahami dan pemecahan masalah matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Numerasi ini dilakukan dengan cara pembuatan alat permainan edukatif (APE) untuk meningkatkan motivasi siswa belajar dan memahami matematika karena sebagian besar dari mereka merasa kesulitan. Contoh alat permainan edukatif (APE) yaitu diterapkan pada kelas 5 pada materi bangun ruang dengan mengaplikasikan konsep dan kaidah matematika dalam situasi nyata sehari-hari. Dengan adanya kegiatan ini terlihat respon para siswa cukup baik yang dapat dilihat dari meningkatnya keaktifan para siswa saat pelajaran matematika.

Adanya kegiatan Program Kampus Mengajar sangat membantu guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Beban kerja guru selama pembelajaran dimasa pandemik terbantu dengan adanya program ini. Kemudian setelah kegiatan ini dilakukan terdapat kemajuan pada SDN Sumberrejo berupa meningkatnya interaksi dan keaktifan siswa saat proses belajar mengajar. Dengan demikian, program kampus mengajar diharapkan mampu membantu SDN Sumberrejo untuk tetap menjalankan pembelajaran pada masa pandemi, meningkatkan literasi dan numerisasi siswa terkait pembelajaran, mengenalkan adaptasi teknologi, dan merangsang semangat siswa dalam proses belajar-mengajar. Selain itu Program Kampus Mengajar Angkatan 1 2021 juga mendapat respon positif  baik oleh guru dan wali murid.

Setelah melihat respon positif dari berbagai kalangan, Mas Menteri berinisiatif meluncurkan Program Kampus Mengajar Angkatan 2 2021 tepat setelah kegiatan Program Kampus Mengajar Angkatan 1 2021 selesai dilaksanakan. Harapannya program ini dapat membantu tugas guru disekolah dan menjadikannya mahasiswa sebagai agent of change.


Emali: [email protected]

Dosen Pembimbing Lapangan: Asih Mardati, M.Pd


Penulis: Zeva Adi Fianto
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments