Selasa, 26 Oktober 2021

Dinkes Gerak Cepat Antisipasi Varian Delta

Kamis, 02 September 2021 | 07:54:00 WIB


Plt Kepala Dinkes Provinsi Jambi, Reflizar
Plt Kepala Dinkes Provinsi Jambi, Reflizar / Antara

JAMBI - Menyusul ditemukannya satu kasus Corona varian Delta dari sampel pasien Covid-19 di Kabupaten Bungo, Dinas Kesehatan Provinsi Jambi langsung mengambil sejumlah langkah strategis. Dinkes harus berpacu dengan virus yang diketahui menular sangat cepat itu.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Raflizar, SKM, MKes mengatakan, kasus varian Delta diketahui setelah pihaknya mengirim lima sampel ke Litbangkes Kementerian Kesehatan RI. Dari lima sampel yang diperiksa, satu di antaranya dinyatakan sebagai virus Corona varian Delta.

“Pasiennya dari Bungo. Namun, kita masih menelusuri nama dan identitasnya karena yang kita dapat dari Litbangkes hanya hasil spesimennya, bukan nama pasien,” kata Raflizar kepada Metro Jambi, Rabu (1/9).

Bila identitas pasien sudah didapat, kata Rafli, pihaknya akan melakukan trecing terhadap siapa saja yang kontak erat dengan pasien varian Delta tersebut. “Kita akan lakukan penanganan secara baik,” ujar mantan Kepala Dinas Kesehatan Kerinci ini.

Sesuai arahan Gubernur, lanjut Rafli, jajaran Dinkes mengambil sejumlah kebijakan strategis untuk mencegah penularan virus varian Delta ini. 

Pertama, Dinkes melakukan pencegahan penularan dengan meningkatkan dan memperketat protokol kesehatan. “Karena masuknya virus corona itu dari mulut dan hidung, jadi kita perketat protokol kesehatan,” tegasnya.

Langkah strategis lainnya adalah meningkatkan penanganan kasus, terutama meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

“Jadi, kita harapkan pasien yang masuk rumah sakit terlayani dengan baik. Harapan kita, pasien pulang dengan sembuh,” kata Rafli. Dia pun berharap petugas kesehatan terus meningkatkan pelayanan secara profesional.

Selanjutnya, Dinkes akan melengkapi alat-alat yang dibutuhkan untuk penangan kasus, seperti ventilator dan oksigen.

Rafli juga berharap masyarakat yang terkonfirmasi positif namun tanpa gejala agar menjalani isolasi terpusat di Bapelkes, Asrama Haji dan BPSDM. “Ini untuk mencegah penularan kepada keluarga,” tukasnya.

Isolasi terpusat juga berguna mencegah kemungkinan terburuk atau mengurangi angka kematian. Isolasi mandiri di rumah, tentu tanpa ada oksigen. “Kalau di isolasi terpusat dilayani dengan baik. Obat-obatan disiapkan, makan dan minum ditanggung,” katanya.

Menurut Rafli, pasien yang terserang virus Corona varian Delta ditandai dengan badan panas, mata merah dan diare. “Kematian juga termasuk tinggi,” katanya.

Pemerintah telah mempersiapkan 26 rumah sakit rujukan Covid-19 di 11 kabupaten dan kota dalam Provinsi Jambi. “Disamping itu, kita juga menambah tempat tidur. Jangan sampai pasien tidak terlayani. Jadi kita sudah antisipasi varian Delta ini,” tutup Rafli.


Penulis: */ria
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments