Minggu, 5 Desember 2021

Mantan Pimpinan Dewan Sayangkan Sikap Ketua DPRD Bungo

Senin, 06 September 2021 | 09:11:37 WIB


Ketua DPRD Bungo, Jumari Ari Wardoyo
Ketua DPRD Bungo, Jumari Ari Wardoyo /

 MUARABUNGO - Larinya Ketua DPRD Kabupaten Bungo, Jumari Ari Wardoyo ketika hendak ditemui beberapa awak media mendapatkan kritikan pedas dari mantan pimpinan dewan Bungo, Syarkoni Syam.

Syarkoni menyebutkan, sikap yang diambil Jumari Ari Wardoyo merupakan tindakan pengecut yang sangat disayangkan sekali, sebab sebagai pimpinan dewan, sikap tersebut tidaklah pantas.

Dijelaskannya, pers merupakan pilar keempat demokrasi dan mitra dari semua lembaga, apalagi DPRD. "Sangat disayangkan sekali. Tidak pantas seorang ketua DPRD menghindari wartawan," kata Syarkoni.

Diakui Syarkoni, dirinya sudah membaca berita terkait larinya Ketua DPRD Bungo lewat pintu rahasia.

Pintu itu, kata Syarkoni, bukan pintu rahasia, melainkan pintu darurat yang akan digunakan jika kondisi bergejolak untuk menyelamatkan pimpinan dewan.

"Selama sepuluh tahun saya menjabat sebagai pimpinan DPRD Bungo, belum pernah menggunakan pintu itu," terang Syarkoni.

Dirinya sangat miris melihat kondisi seperti itu, apalagi kedatangan awak media sudah melapor kepada ajudan dan resepsionis.

"Melakukan wawancara dengan ketua dewan itu beda rasanya. Ketua mencakup segalanya, beda dengan wakil ataupun anggota. Anggota banyak segannya," katanya lagi.

Dimata Syarkoni, fungsi media terhadap pembangunan itu sangat positif dan sangat diharapkan sekali. Semua masyarakat luas secara nasional bisa tahu perkembangan di Kabupaten Bungo. Mustahil jika tidak ada media, masyarakat akan tahu program-program pemerintah.

"Saya katakan, media itu bisa mengangkat seseorang, bisa menjatuhkan seseorang. Baik bisa dibuat oleh media, buruk bisa dibuat oleh media," terangnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan Ketua DPW Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Zakaria. Kata dia, sikap Ketua DPRD Kabupaten Bungo tak patut dicontoh.

"Pertanyaannya, kenapa takut dengan wartawan. Emang wartawan mau nyerang dia. Enggak kan? Kawan-kawan di lapangan itu bekerja sesuai tupoksinya masing-masing," kata Zakaria.

Pria yang akrab disapa Bang Jek ini menyebutkan, jika ini merupakan contoh buruk. Selama ini belum pernah terdengar di Bungo ada DPRD yang lari melewati pintu rahasia.

"Jika sibuk, tidak mau diwawancara, katakan sibuk. Kawan-kawan di lapangan itu ngerti situasi. Ini sudah berjam-jam nunggu, tidak taunya dia malah kabur lewat pintu rahasia. Ini kan tidak etis, sama dengan melecehkan profesi wartawan," kesalnya.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments