Minggu, 24 Oktober 2021

Sekolah di Kerinci Diminta Disiplin Terapkan Prokes

Senin, 06 September 2021 | 14:04:07 WIB


H Murison , Kepala Dinas Pendidikan Kerinci,
H Murison , Kepala Dinas Pendidikan Kerinci, / istimewa

KERINCI – Terhitung sejak 30 Agustus 2021 lalu, Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci telah memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di seluruh sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kerinci, H Murison mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh stakeholder dan merujuk surat edaran dari Kemendikbud, bahwa daerah level  boleh melakukan pembelajaran tatap muka.

“Alhamdulillah, mulai Senin 30 Agustus kemarin, seluruh sekolah mulai dari tingkat TK, SD dan SMP yang ada di Kabupaten Kerinci kita laksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka,” kata Murison, Senin (6/9).

Menurutnya, Dinas Pendidikan setiap minggu akan melakukan evaluasi terkait penerapan PTM dan yang paling penting setiap sekolah harus menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara keteta.

Terkait SOP saat PTM, Dinas Pendidikan telah menyampaikan ke sekolah-sekolah. “Kita minta pengawas dan Korwil memantau dan memonitoring pelaksanaan proses belajar mengajar secara tatap muka, serta harus secara rutin melaporkan situasi yang ada di lapangan atau di sekolah binaan masing-masing,” ucap Murison.

Sekolah juga harus memperhatikan SOP untuk PTM, terutama kapasitas kelas harus dibatasi sesuai ukuran kelas itu sendiri. Jarak antara meja siswa diatur, jam belajar juga dikurangi untuk SD satu jam pelajaran 25 menit, SMP 30 menit dan istirahat cukup satu kali.

“Sebelum masuk kelas, seluruh siswa harus memakai masker, dilakukan pengecekan suhu, mencuci tangan, dan menggunakan hand sanitizer. Sekolah juga diminta proaktif agar warganya disiplin menerapkan prokes, selain itu siswa kita sarankan membawa makanan dan minuman dari rumah,” tegasnya.

“Kalau suatu wilayah atau desa di Kerinci yang terpapar Covid-19 meningkat, maka Dinas Pendidikan akan kembali memberlakukan pembelajaran secara daring di daerah tersebut,” katanya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments