Selasa, 19 Oktober 2021

Penanaman Pipa Induk PDAM Tinggalkan Gundukan Tanah

Lurah Penyengat Rendah : Tidak Ada Tanggapan PDAM

Selasa, 14 September 2021 | 11:15:49 WIB


Lokasi bekas galian pipa PDAM
Lokasi bekas galian pipa PDAM / Nita / Metrojambi.com

JAMBI- Pekerjaan penanaman pipa induk Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Mayang yang melintas dalam perumahan Aurduri meresahkan warga.

Betapa tidak pekerjaan penggalian dengan disertai penanaman pipa induk dalam perumahan sudah selesai dilaksanakan sekitar sebulan lalu.

Dan saat ini pekerjaan penggalian pipa sudah bergeser di Kelurahan Kenali Besar Kecamatan Alam Barajo.

Namun hingga saat ini sisa galian di Perumahan Aurduri masih banyak menumpuk di pinggir jalan dan tidak dirapikan.

Baca juga : Sejumlah Wilayah di Kota Jambi Dilanda Banjir

Bukan itu saja, sejumlah got atau parit dalam perumahan turut tertimbun bekas tanah galian.

Dari pantauan di lapangan tidak ada upaya perbaikan kembali jalan yang sudah digali. Termasuk jalan depan rumah warga yang sebelumnya merupakan jalan cor dibiarkan begitu saja tidak dicor kembali.

Ardi, salah seorang warga RT 20 Kelurahan Penyengat Rendah, Perumahan Aurduri yang ditemui mengaku terpaksa menggali sendiri gundukan tanah untuk dijadikan jalan.

"Kalau tak kita sendiri yang ratakan bisa-bisa kita tak bisa masuk ke rumah" kata Ardi.

Kata dia, seharusnya usai melakukan penggalian dan penanaman pipa dilakukan pemadatan kembali.

"Kalau dilihat ini jangan-jangan proyek selesai, sisa pekerjaan dibiarkan saja" sebut dia.

Apalagi katanya pekerjaan ini seolah tak ada pengawasan baik dari Perumda Tirta Mayang maupun pihak Dinas PUPR Kota Jambi..

Sementara itu Lurah Penyengat Rendah, Abdul Haris Ramadhani ketika dikonfirmasi mengaku tak  bisa berbuat banyak.

" Mau bagaimana lagi, dulunya ada kesepakatan warga dengan PDAM dan pihak yang kerja. Tapi kita tak tahu isinya karena itu melalui zoom meeting" katanya.

Dia juga mengatakan sudah menghubungi pihak PDAM namun tidak ada hasilnya.

"Saya sudah tanyakan ke PDAM katanya  penggalian itu pekerjaannya di PU. Jadi tak ada tanggapan dan hasilnya." tukas Lurah yang baru menjabat  ini.

Ketika disebutkan harus diramaikan dulu biar ada tanggapan pihak terkait dia pun setuju. "Iya bagusnya diviralkan dulu" pungkasnya.

 Terkait galian  pipa PDAM di Perumahan Auduri, Anggota Komisi III DPRD Kota Jambi Muhammad Yasir mengatakan pihaknya akan menjadwalkan untuk melihat lokasi galian tanah tersebut.

"Jika sudah selesai, pihak kontraktor atau pekerja yang bangun pipa itu harus bertanggung jawab mengembalikan seperti semula," ujarnya.

Kemudian, Yasir mengatakan pekerjaan itu merupakan tanggung jawab Dinas PUPR Kota Jambi. "Anggarannya juga dinas PU dan besar anggarannya, kami harap itu diselesaikan dan dibersihkan," tandasnya.

Sementara itu, Kadis PUPR Kota Jambi Masrizal mengatakan pekerjaan itu belum selesai maka dari itu belum dibersihkan dengan pekerja.

"Belum selesai itu, nanti pasti dibersihkan kalau selesai. Itu kan perlu dicek lagi bocor atau nggak. Jika sudah selesai akan dirapikan lagi," kata Masrizal.

Ditambahkan bahwa proyek tersebut akan berakhir pada akhir 2021. "Akhir tahun itu baru selesai, Desember 2021," ungkapnya.


Penulis: Nita Priyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments