Sabtu, 25 September 2021

Tekad Rebut Emas, Latihan Malam Hari

Persiapan Indri Sukmaningsih, Atlet Gulat Jambi Jelang PON Papua

Rabu, 15 September 2021 | 09:40:56 WIB


Indri Sukmaningsih
Indri Sukmaningsih /

JAMBI - Indri Sukmaningsih, atlet gulat kelahiran Jambi 24 Juli 1990, menyadari bahwa dirinya sudah tidak muda lagi. Namun ia bertekad meraih medali emas pada PON Papua pada Oktober nanti.

Ditemui saat berlatih di gedung gulat Jambi, kawasan Stadion Tri Lomba Juang KONI Jambi, Selasa (14/9), Indri (31) telihat sangat serius berlatih dengan lawan tandingnya, baik atlet putra maupun putri.

Mulai dari berlatih fisik hingga teknik dan taktik dilakoninya selama hampir tiga jam pada pagi hari dan malam di bawah bimbingan pelatih Ardiman dan Widodo. Indri terlihat sangat antusias demi mengejar mimpinya di Papua meraih medali emas PON XX/2021.

“Saya menyadari memang pada usia yang tidak muda lagi dengan sudah memiliki seorang putra. Namun untuk meraih mimpi itu perlu kerja keras dan saya siap tampil pada PON nanti,” kata istri Andi Saputra dan ibu dari Umar (2,6 tahun) itu.

Indri juga memohon doa serta dukungan keluarga, teman dan masyarakat Jambi, agar semua upaya yang telah dilakukannya untuk meraih prestasi dan mimpinya itu bisa tercapai.

Indri akan turun pada kelas 76 kilogram gaya bebas putri. Dia bertekad bisa meraih medali emas di Papua nanti, meskipun usianya sudah tidak muda lagi dan lawan-lawannya tangguh. Namun ia menyadari bahwa perlu kerja keras dan doa agar Allah mengabulkan doanya.

“Saya akan mempersembahkan emas untuk Jambi,” katanya. Medali juga ingin ia persembahkan secara khusus bagi putranya, yang akan ditinggalkannya bersama sang suami di Jambi karena harus meraih mimpi di Papua selama dua pekan mendatang.

Indri yang terlahir bukan dari keluarga mampu dan sempurna karena menyandang disabilitas itu, sudah menggeluti olahraga sejak duduk di bangku sekolah dasar.

“Pelatih saya, Pak Ardiman, adalah guru saya di SD 174 Kota Jambi. Beliaulah yang pertama mengajak saya terjun ke dunia olahraga di cabang atletik pada kelas 3 SD sampai kelas 6. Setelah itu saya ditarik ke cabang gulat,” paparnya.

Dia pertama kali berlatih gulat bersama dua kawannya, Retno dan Era. Namun saat mengikuti kejuaraan nasional, kedua temannya meraih medali, sedangkan ia tidak.

“Saya lihat Era berhasil meraih medali dan berhasil juga pertama kali masuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Kalimantan Timur.  Dan, hati ini ada iri karena Era dapat uang insentif dari KONI,” katanya.

Dari situlah dia bertekad menjadi atlet prestasi yang dapat membantu kehidupannya.

Indri pertama kali masuk dan berlatih gulat pada 2002. Saat itu dia masih berumur sekitar 12 tahun. Berkat dorongan dan motivasi dari rekannya agar ia bisa meraih prestasi yang sama, Indri muda pun mulai meraih prestasi di pentas nasional.

Dirinya juga sudah berkali-kali berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk mengharumkan nama Jambi. Mulai dari PON 2004 di Palembang di mana gulat putri baru dipertandingkan dan hanya sebagai cabang eksebisi.

Kemudian pada PON 2008, setelah gulat resmi dipertandingkan. Indri turun pada kelas 55 kilogram dan berhasil meraih medali perak. Dilanjutkan pada PON 2012 juga mendapat perak.

Sebenarnya ia mendapat medali emas, namun karena sesuatu hal dianggap melakukan pelanggaran pada babak final lawan pegulat Papua, maka dia harus rela dapat medali perak lagi.

Pada PON 2016 di Jawa Barat, Indri kembali tampil ikuti PON. Namun prestasinya hanya bisa mendapatkan perunggu. Pada PON 2021 di Papua nanti dia sudah bertekad untuk meraih prestasi puncak, yakni medali emas. Dia mohon doa agar berhasil memperolehnya.

Indri yang saat ini bekerja di Satpol PP Kota Jambi mengawali pendidikannya di SDN 174 Kota Jambi yang diselesaikannya pada 2001. Dia lalu masuk SMPN 5 Kota Jambi tamat 2004 dan lulus SMA pada 2008.

Kemudian dia melanjutkan ke pendidikan tinggi pada 2012 di Porkes Universitas Jambi hingga menjadi sarjana olahraga.

Selama menekuni olahraga gulat, Indri sudah beberapa kali cedera. Namun hal tersebut tidak melunturkan semangatnya menjadi altet gulat dan siap untuk mengharumkan nama Jambi di tingkat nasional.

“Ada pernah mengalami cedera bahu, dengkul pernah juga terkilir, dan ada jari ini sudah bengkok,” kata Indri yang tetap bersemangat itu.

“Tidak ada munafik lah, saya di gulat banyak mendapatkan uang. Itu salah satu motivasi saya. Saya kan bukan dari keluarga yang mampu, kami dari keluarga menengah ke bawah,” ujarnya.

Dulu, setiap bulan dia mendapatkan insentif dari KONI. Bahkan apabila mendapatkan medali saat PON, dia banyak mendapatkan bonus dan uang insentif pembinaan.

Hasil dari itu dia gunakan untuk uang kuliah, membiayai orang tua bahkan membayarkan hutang orang tuanya. Ia pun mendapat pekerjaan halal karena gulat.

Indri, bungsu dari tiga bersaudara, anak pasangan Erna Rahim dan Nur Santoso itu, berpesan kepada adik-adik juniornya di cabang gulat untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.

Dengan demikian mereka dapat membanggakan PGSI Jambi karena di luar Jambi pegulat putrinya maju sangat pesat.

“Saya berharap sekali pegulat putri Jambi ini tidak stop di saya. Saya mau ada adik-adik junior saya yang lebih dari saya. Bisa ikut SEA Games seperti lainnya,” katanya.

Banyak yang mengira bahwa gulat hanya dilakukan oleh kaum adam. Tetapi saat ini lebih banyak kaum hawa dibandingkan kaum adam yang menekuni olahraga ini di Provinsi Jambi.

Harapannya di Jambi akan muncul terus bibit pegulat putri berpretasi lainnya di masa depan.

Pada PON XX di Papua, Indri Sukmaningsih berangkat ke Merauke bersama dengan dua atlet gulat Jambi lainnya, yakni Trijaya Kusuma yang akan turun di kelas 125 kg dan M Rizki Akbar pada kelas 65 kg.


Penulis: ant
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments