Minggu, 17 Oktober 2021

Pedagang Pasar Sarolangun Tolak Rencana Pengenaan Pajak Sembako

Kamis, 17 Juni 2021 | 06:25:10 WIB


Suasana di Pasar Atas Sarolangun
Suasana di Pasar Atas Sarolangun / Metrojambi.com/Mario Dwi Kurnia

 SAROLANGUN - Sejumlah pedagang di Pasar Atas Kabupaten Sarolangun, menolak rencana pemerintah yang akan menengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap bahan pangan.

Meski tidak semua jenis sembako mengalami kenaikan PPN, para pedagang takut akan tetap berdampak bagi para barang dagangan dipasaran.

Sugik, salah satu pedagang beras di pasar tersebut mengaku, banyak kalangan menengah atas telah beralih membeli beras dengan kualitas biasa atau standar.

"Kalau itu (menaikkan PPN Sembako,red) kita tidak setuju. Saat ini pembeli kebutuhan pokok tergolong standar atau biasa-biasa saja. Hanya pada bulan Ramadhan saja yang ramai," ujar Sugik, Rabu (16/6).

Menurut dia, jumlah nominal jual beli dipasaran kini masih terbilang sepi. Biasanya, masyarakat membeli dengan satuan 20 kilogram beras, namun kini membeli secara bertahap.

"Alasannya mulai dari corona sampai dengan harga karet dan sawit yang murah. Biasanya konsumen membeli kebutuhan sekaligus, tapi untuk saat ini diguyur-guyur, dak sekaligus," ungkapnya.

Saat ini, kata Sugik, harga bahan makanan pokok masih tergolong stabil. Hanya saja beberapa komoditi seperti minyak goreng yang mengalami kenaikan.

Selain itu, untuk beras di tokonya yang biasa dicari masyarakat berkisar diharga jual Rp 105.000 per 10 kilogram dengan merek Sayang baru disusul merek lainnya.

"Saat ini bisa laku lima belas karung ukuran 10 kilogram dalam satu hari," jelasnya.

Sukiman, pedagang lainnya menambahkan, ia masih belum mengetahui wacana kenaikan PPN sembako tersebut.

Menurutnya, masyarakat yang membeli beras di tokonya saat ini mencari dengan harga Rp.9,000 per kilogram. "Turun sekarang, banyak yang beli beras dengan harga Rp 9.000 perkilogram," kata Sukiman.


Penulis: Mario Dwi Kurnia
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments