Selasa, 26 Oktober 2021

Anggaran OPD Pemkab Bungo Terancam Dipangkas Lagi

Rabu, 22 September 2021 | 11:03:17 WIB


DPRD Bungo melakukan rapat paripurna dalam rangka penyampaian rancangan perubahan KUA dan rancangan perubahan PPAS APBD tahun 2021 oleh Bupati Bungo
DPRD Bungo melakukan rapat paripurna dalam rangka penyampaian rancangan perubahan KUA dan rancangan perubahan PPAS APBD tahun 2021 oleh Bupati Bungo / Khairul Fahmi / Metrojambi.com

MUARABUNGO - DPRD Bungo melakukan rapat paripurna dalam rangka penyampaian rancangan perubahan KUA dan rancangan perubahan PPAS APBD tahun 2021 oleh Bupati Bungo, Selasa (21/9).

Di paripurna ini, Bupati Bungo H Mashuri menyampaikan kondisi keuangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2021. Menurutnya, PAD diprediksi Rp 1,3 triliun berkurang sebanyak Rp 150,6 miliar dari target awal sebesar Rp 1,5 triliun.

Anggaran tersebut bersumber dari pendapatan asli daerah yang bertambah Rp 131 miliar dari Rp 145,1 miliar menjadi Rp 276,8 miliar, pendapatan transfer Rp 276,8 miliar dan PAD transfer Rp 1,01 triliun lebih.

"Untuk PAD transfer berkurang jumlahnya sebesar 291,8 miliar dari anggaran sebesar 1,3 triliun menjadi 1,01 triliun," papar Bupati.

Selain itu, pendapatan daerah lain-lain yang sah ditargetkan 61 M lebih bertambah 9,4 M dari target APBD tahun 2021 sebesar 51,8 M lebih dan belanja daerah dikursial 1,35 triliun lebih berkurang 154 miliar dari target anggaran APBD 2021 sebesar 1,51 Triliun.

Berdasarkan perkiraan pendapatan daerah dan perkiraan belanja daerah tersebut, maka kekurangan defisit anggaran direncanakan sebesar 2,2 miliar lebih.  "Defisit tersebut secara anggaran tertutup dengan pembiayaan netto," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bungo, Martunis menyebutkan, akan menyelesaikan pembahasan APBD Perubahan secepat mungkin. "Waktu akhir pembahasan tinggal 9 hari lagi, mau tidak mau kita harus bekerja keras," tuturnya.

Untuk mengurangi jumlah defisit, pihaknya terpaksa melakukan pemangkasan kembali terhadap pembelanjaan yang ada di setiap OPD-OPD. "Mau tidak mau kita harus memangkas lagi," tutupnya.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments