Selasa, 26 Oktober 2021

Pertama di Indonesia, KPNT Merangin Launching Bantuan Infrastruktur

Fahmi: Saya Ingin Mewujudkan Petani 'Berdasi'

Rabu, 22 September 2021 | 17:16:33 WIB


Manager KPNT Ahmad Fahmi (kiri) bersama Asisten II Provinsi Jambi Agus Nugroho.
Manager KPNT Ahmad Fahmi (kiri) bersama Asisten II Provinsi Jambi Agus Nugroho. / Dok - Metrojambi.com

BANGKO - Koperasi Perkasa Nalo Tantan (KPNT) Desa Sungai Ulak Kecamatan Nalo Tantan Kabupaten Merangin  meluncurkan Program Pengembangan Sarana dan Prasarana, Rabu (22/09. Program tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian berupa dan pembangunan infrastruktur dan alat berat.

Acara launching dihadiri oleh perwakilan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Asisten II Provinsi Jambi mewakili Gubernur, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPD PKS ), Bupati Merangin yang diwakili oleh Pj Sekda Merangin, unsur Muspida Merangin, camat dan para kades se-Kecamatan Nalo Tantan, perwakilan Bank BNI serta para petani anggota KPNT.

Launching dilakukan di Kantor KPNT, Km 5 Desa Sungai Ulak, Bangko. Manager KPNT Ahmad Fahmi dalam sambutannya menjelaskan sejarah berdirinya KNPT, yang diawali dari rasa keprihatinannya terhadap para petani khususnya, petani kelapa sawit.

Bang Fahmi --begitu sapaan akrabnya-- yang masih aktif sebagai abdi negara di Kepolisian Republik Indonesia itu merasa terpanggil dan berusaha untuk memecahkan permasalahan para petani.

Atas dasar tersebut, dia pun mulai terjun ke dunia perkebunan kelapa sawit dan membentuk KPNT pada 2017. Berkat kegigihannya, Fahmi sukses meningkatkan kualitas hasil kebun anggota KPNT dengan meraih sertifikat ISPO pada 2019.

“Melalui KPNT, saya ingin mewujudkan para petani yang ‘berdasi’. Maksudnya, petani tidak sekadar mengurus kebun, tetapi harus memiliki wawasan, pengetahuan dan mampu berdaya saing dalam meningkatkan mutu dan kualitas hasil pertanian yang berkesinambungan,” tegasnya yang didampingi Ketua KPNT Nita Trisnawati. Atas capaian itu, dia berterimakasih kepada PT Wilmar Group dan pemerintah.

Pemerintah pusat melalui Dirjen Perkebunan menyalurkan bantuan kepada KPNT senilai Rp 3,37 miliar untuk pembangunan sarana dan prasarana perkebunan. Hebatnya, selain dana miliaran rupiah itu, KPNT juga berhasil mendapatkan bantuan alat berat jenis backhoe loader.  

Perwakilan PT Wilmar Group, Pujo Kurniawan, yang selama ini menjadi mitra KPNT, menyampaikan apresiasi atas kemajuan koperasi tersebut. “Kami berkomitmen mendampingi para petani untuk mampu meningkatkan kualitas hasil pertaniannya,” ujar Pujo singkat.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi yang mewakili Dirjen Perkebunan, Agusrizal, juga mengungkap apresiasinya. “Launching bantuan di KPNT ini adalah yang pertama di Indonesia di bidang bantuan pengelolaan pengembangan sarana dan prasarana alat berat. Istilahnya, pecah telor,” ungkap Agus Rizal.

Menurut Perwakilan BPD PKS Fajril Amirul, program bantuan sarpras ini sudah lama ditunggu-tunggu sejak 2015 dan Kabupaten Merangin melalui KPNT yang pertama mendapatkannya.

“Saya tidak bisa mengucapkan selamat, tapi saya menitipkan amanah dari petani sawit. Sebab, dana ini dikutip dari petani untuk dapat digunakan dengan sebaik-baiknya. Kami turut mengawasi,” sambung Fajril.

 Pj Sekda Merangin Fajarman atas nama Bupati Merangin juga menyampaikan apresiasi. Menurutnya, sejak 32 tahun perkebunan kelapa sawit berjalan, masalah yang dihadapi petani adalah klasik. Masih seputar infrastruktur.

“Dan sekarang masalah replanting menjadi masalah baru. Ternyata replanting itu biayanya lebih besar daripada buka baru. Petani kita sampai saat ini masih memproduksi CPO. Bagaimana caranya Merangin punya produk minyak kelapa sawit sendiri dengan merek lokal,” sebut Fajarman memotivasi KPNT.

Asisten II Provinsi Jambi Agus Nugroho yang mewakili Gubernur Jambi menyampaikan ucapan selamat atas capaian KPNT. “Semoga bantuan ini bisa meningkatkan produksi kebun para petani dan sebisa mungkin, harga TBS tidak merugikan petani. Perkebunan masih menjadi penyokong ekonomi terbesar provinsi jambi. Ada 672.188 KK petani di bidang perkebunan,” tuturnya.


Penulis: */mrj
Editor: Joni Rizal



comments