Minggu, 24 Oktober 2021

Dana Rp 40 Miliar Dialihkan untuk Perbaikan Jalan Kumpeh

Kamis, 23 September 2021 | 15:56:57 WIB


/ ist

 JAMBI - Penyertaan modal Rp 40 miliar untuk Bank Jambi tidak terlaksana karena terkendala Peraturan Daerah. Dengan demikian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi telah mengalihkan dana tersebut untuk hal yang lebih penting.

"Terjadi pergeseran, termasuk Rp 40 miliar untuk Bank Jambi yang belum jadi, dialihkan untuk hal-hal krusial. Pak Gubernur juga kemarin menyampaikan untuk perbaikan jalan Kumpeh," kata Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto, Kamis (23/9).

Menurut Edi, Kumpeh merupakan wilayah rawan kebakaran, sehingga akses jalan ke wilayah tersebut perlu mendapat perhatian. "Kumpeh itu tempat paling rawan kebakaran hutan dan lahan, ada Tahura. Maka kalau ada apa-apa biar cepat ke sana," jelasnya.

Dikatakan Edi, kondisi jalan Kumpeh sangat tidak memadai dan menjadi penghambat jika terjadi kebakaran.

"Sering lewat sana, tetapi memang jalan rusak dan  jarak tempuh itu membuat pertolongan terhadap pemadaman api menjadi terlambat. Maka kita dorong pengalihan dana tersebut kesana," kata dia.

Ditanya apakah pergeseran anggaran tersebut telah disetujui oleh DPRD Provinsi Jambi? Edi membenarkan dan mengatakan realisasi akan dilaksanakan pada tahun 2021 ini.

"Sudah disetujui. Saya sudah menyampaikan ke Pak Gubernur dan beliau juga setuju," pungkas Edi.

Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi Gerindra, Abunjani menyampaikan kondisi jalan Kumpeh tersebut memang sangat memprihatinkan.

"Aktivitas warga disana memang menjadi terganggu sekali. Aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat sangat terganggu," ujarnya.

Abunjani sangat mendorong dengan adanya perbaikan jalan Kumpeh tersebut. Terlebih lagi sebelumnya banyak warga yang protes dengan kondisi jalan tersebut.

"Saya sangat berharap ada perhatian dari pemerintah provinsi Jambi, Karena Kumpeh sangat dekat dengan Kota tetapi seperti daerah tertinggal karena akses jalan yang buruk," tegasnya.


Penulis: Pratiwi Resti Amalia
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments