Kamis, 21 Oktober 2021

Cek Sejumlah Pangkalan Gas di Tanjabbar, Polisi Temukan Sejumlah Pelanggaran

Kamis, 27 Agustus 2020 | 11:50:18 WIB


Polres Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) langsung menurunkan personel untuk melakukan pengecekan ke sejumlah pangkalan
Polres Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) langsung menurunkan personel untuk melakukan pengecekan ke sejumlah pangkalan / Eko/metrojambi.com

KUALATUNGKAL - Menindaklanjuti informasi harga jual gas elpiji 3 kilogram yang jauh di atas harga eceran tertinggi (HET), Polres Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) langsung menurunkan personel untuk melakukan pengecekan ke sejumlah pangkalan.

Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro mengatakan, pengecekan diantaranya dilakukan anggota Polsek Tungkal Ilir. Hasilnya, ada sejumlah temuan yang didapati oleh anggota yang melakukan pengecekan.

Baca Juga : Gas 3 Kg di Tanjabbar Dijual Rp 40 Ribu per Tabung

"Ada yang melakukan penjualan kepada pihak tertentu. Ada juga pangkalan yang saling berdekatan. Ini jadi masalah tersendiri," ujar Guntur, Kamis (27/8/2020).

Guntur menyebutkan, pangkalan atas nama Cendri berdekatan dengan pangkalan Firman Aling dan pangkalan Listyani Tan.

"Hasil pengamatan di lapangan, pangkalan yang selalu tertib menyalurkan gas tiga kilogram ke masyarakat sekitar adalah pangkalan gas atas nama Firman Aling," sebut Guntur.

Adapun pangkalan atas nama Cendri sering melakukan penjualan kepada pengecer. Bahkan pemilik pangkalan sudah pernah diberikan teguran.

"Sementara pangkalan atas nama Listiyani Tan sesuai dengan izin usaha dan tempat usahanya seharusnya berada di Kelurahan Tungkal III untuk masyarakat Kelurahan Tungkal III. Namun pada kenyataan di lapangan pangkalan Listiyani Tan ini berlokasi di Jalan Kemakmuran, RT 23 Kelurahan Tungkal IV Kota," beber Gubtut.

"Pangkalan ini juga sering tidak menjual gas tiga kilogram tersebut kepada masyarakat sekitar dengan maksud mencari keuntungan lebih," sambungnya.

Temuan lainnya, kata Guntur, pangkalan atas nama Syawal Hamid dan M Fadhil yang lokasinya saling berseberangan di Jalan Parit Gompong, Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir, ternyata dimiliki oleh satu orang.

Kedua pangkalan tersebut diketahui milik H. Syawal Hamid. Kedua pangkalan itu disinyalir sering menjual gas 3 Kg kepada masyarakat luar dan para pengecer untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.

"Hal tersebut dibuktikan dengan seringnya kedua pangkalan tersebut tutup. Padahal gas yang didistribusikan oleh agen masih banyak di dalam gudang pangkalannya," sebut Guntur.

Kemudian, pangkalan atas nama Ahmad Lubis berdekatan dengan pangkalan Hj. Asmawarnis di Jalan Manunggal II, Kelurahan Tungkal II, Kecamatan Tungkal Ilir. "Dalam penyaluran kedua pangkalan tersebut dapat dikatakan sesuai dengan peruntukannya dan harga jual sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh pemerintah," ujarnya.

Selanjutnya, pangkalan milik H Saparudin yang berlokasi di Parit 5, Kelurahan Tungkal II, Kecamatan Tungkal Ilir, seringkali menjual gas 3 kg kepada pengecer dengan harga yang lebih tinggi atau tidak sesuai dengan HET yang telah ditentukan. "Ini jualnya mahal di atas harga yang sudah di tetapkan," kata Guntur.

Berikutnya, pangkalan milik Sopiyan lyang berlokasi di Jalan Prof. Dr. Sri Soedewi, Kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Tungkal Ilir, seringkali menjual gas 3 kg kepada pengecer sehingga masyarakat sering tidak kebagian. Pangkalan tersebut sudah pernah ditindak oleh Polsek Tungkal Ilir.

"Meskipun sudah ada beberapa pangkalan yang ditindak tegas namun masih saja ada yang melakukan penyelewengan. Hal ini disebabkan karena tidak adanya sanksi yang berat bagi pemilik pangkalan apabila melakukan pelanggaran," pungkasnya.


Penulis: Eko Siswono
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments