Selasa, 26 Oktober 2021

Pemerintah Beri Tambahan Beras Kepada Penerima Bansos

Rabu, 07 Juli 2021 | 14:42:15 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAKARTA - Pemerintah akan memberikan bantuan tambahan berupa beras kepada penerima bantuan sosial (bansos) sebagai respons penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

“Tadi pagi barusan diputuskan Pak Presiden untuk memberikan tambahan beras pagi keluarga-keluarga penerima bansos," kata Menteri Keuangan  (Menkeu) Sri Mulyani saat webinar Bisnis Indonesia Mid Year Economic Outlook, di Jakarta, Rabu.

Sri Mulyani menyampaikan tambahan bantuan tersebut sekaligus untuk menyerap gabah petani yang produksinya sedang meningkat, juga sebagai upaya untuk menstabilkan harga gabah di level petani.

“Ini juga bisa menstabilkan harga di petani dan membantu keluarga keluarga, yang terutama kelompok rentan,” ujar Sri Mulyani.

Untuk merespon penerapan PPKM Darurat pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos tunai selama dua bulan dengan anggaran tambahan sebesar Rp 6,1 triliun untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sehingga total anggaran untuk bansos tunai adalah Rp 18 triliun.

Pemerintah juga melakukan percepatan penyaluran kartu sembako pada awal Juli 2021 dan memenuhi target 18,8 juta KPM dengan total alokasi Rp 40,19 triliun.

Kemudian percepatan penyaluran dana Penerima Keluarga Harapan (PKH) pada awal Juli dengan alokasi Rp28,31 triliun untuk 10 juta KPM. Begitu juga dengan percepatan penyaluran BLT desa dengan alokasi Rp 28,8 triliun untuk 8 juta KPM.

Adapun pemerintah mengalokasikan Rp 153,86 triliun untuk klaster perlindungan sosial dan baru terserap Rp 66,43 triliun atau 43,2 persen dari pagu.

Kemudian klaster kesehatan terealisasi 24,6 persen atau Rp 47,71 triliun dari total pagi Rp 193,93 triliun. Lalu klaster dukungan UMKM dan korporasi terealisasi Rp 51,26 triliun atau 29,9 persen dari total pagu Rp 171,77 triliun.

Klaster program prioritas terealisasi Rp41,83 triliun atau 35,7 persen dari pagu Rp117,4 triliun. Kemudian klaster insentif usaha terealisasi Rp 45,07 triliun atau 71,70 persen dari pagu Rp 62,83 triliun, sehingga realisasi Program PEN semester satu 2021 mencapai Rp 252,3 triliun atau 36 persen dari pagu Rp 699,43 triliun.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments