Minggu, 17 Oktober 2021

Bungo Harusnya Sudah Zona Merah, Tobroni: Provinsi Tak Akui Hasil PCR dari Sumbar

Minggu, 18 Juli 2021 | 19:09:46 WIB


Tobroni Yusuf
Tobroni Yusuf / Metrojambi.com

 MUARABUNGO - Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bungo ternyata lebih banyak dari yang terdata di Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Ketua Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Bungo Tobroni Yusuf, saat ini pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bungo berjumlah 1.000 orang lebih. Namun Tobroni mengatakan dari jumlah tersebut ada yang tidak masuk rilis Satgas Covid-19 Provinsi Jambi.

Dikatakan Tobroni, pasien yang tidak masuk data tersebut merupakan hasil PCR dari Sumatera Barat (Sumbar). Ia pun mengaku bingung karena Satgas Provinsi tidak memasukkan data pasien hasio PCR dari Sumbar.

Dikatakan Tobroni, jumlah pasien yang hasil PCR nya positif lebih banyak dari Sumbar dibandinhkam hasil PCR yang dilakukan di Provinsi Jambi.

"Kita tetap mengirim hasil PCR dari Sumbar ke provinsi. Tapi kenapa Provinsi tidak mau menggabungkan data tersebut," kata Tobroni, Jumat (16/7).

Tobroni khawatir jika data jumlah pasien ini tidak disampaikan, akan berdampak buruk bagi masyarakat Kabupaten Bungo. Bahkan ia mengatakan hampir setiap hari ada warga yang meninggal dunia akibat Covid-19.

"Saat ini data jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Bungo sudah mencapai 1.771 orang. Harusnya kita sudah zona merah," tegas Tobroni.

"Kalau untuk angka kematian sudah mencapai 100 orang. Tapi yang tercatat cuma 8 orang," ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut kepala BPBD Kesbangpol Kabupaten Bungo itu mengatakan, meskipun jumlah pasien cukup banyak, namun Kabupaten Bungo hingga saat ini masih berada pada zona oranye atau zona risiko sedang penularan Covid-19. Menurut Tobroni, penetapan zona Covid-19 merupakan kewenangan provinsi dan tim pakar.

Dikatakannya lagi, Satgas Covid-19 Kabupaten Bungo sudah mengirim surat kepada provinsi untuk dapat menyetujui data dari Sumbar yang dikirim oleh kabupaten, untuk digabungkan menjadi satu dengan data provinsi. Namun, hingga hingga saat ini belum menerima balasan apapun dari pihak Provinsi.

"Kami sudah mengambil tindakan dengan mengirim surat. Nanti jangan sampai kami yang disalahkan," tutup Tobroni.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments