Rabu, 20 Oktober 2021

Tak Ada Motif Asmara Pembunuhan Opung

Arji Telanjangi Korban untuk Hilangkan Jejak

Selasa, 28 September 2021 | 08:27:27 WIB


Kapolres Muarojambi AKBP Yuyan Priatmaja
Kapolres Muarojambi AKBP Yuyan Priatmaja / dokumentasi - Metrojambi.com

JAMBI – Aksi Arji Pratama (23) membunuh Damson Manihuruk alias Opung (50) di Desa Bukitbaling, Muarojambi, belum lama ini menarik perhatian warga. Muncul kecurigaan ada kelainan orientasi seksual pada Anji setelah dia diketahui mengubur Opung tanpa busana.

Kapolres Muarojambi  AKBP Yuyan Priatmaja saat dikonfirmasi, Senin (27/9), memastikan tidak ada motif asmara sejenis dalam kasus pembunuhan itu. “Dari hasil pemeriksaan, pelaku sengaja mengubur korban tanpa busana untuk menghilangkan jejak,” kata Yuyan.

Baca juga : Setelah Dibunuh, Opung Dikubur Tanpa Busana

Sampai kini, Arji masih diperiksa oleh penyidik Satreskrim Polres Muarojambi. Warga asal Desa Karmeo, Kecamatan Bathin XXIV, Batanghari, itu merupakan tersangka tunggal pembunuhan  Opung, pemilik kebun sawit yang mempekerjakannya. 

Damson Manihuruk ditemukan tewas pada Selasa (21/9) di dekat kandang ayam. Arji yang membunuh Opung sempat melapor ke Polres Muarojambi dengan menyatakan Opung hilang.  Atas laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan menemukan kejanggalan.

Polisi mencurigai Arji membunuh Opung setelah diinterogasi. Diketahui,  dia membunuh Opung karena ketahuan mencuri uang Rp 1.050.000 pada Sabtu (18/9). Dia menghabisi Opung dengan cara memukul kepalanya dengan cangkul.

Setelah membantai korbannya, Arji menyeret tubuh Opung dengan sepeda motor untuk dikubur di dekat kandang ayam yang tak jauh dari lokasi pembantaian di Km 43 Desa Bukitbaling.  Kemudian, dia membuang sepeda motor Honda Vario merah BH 6709 IB milik korban.

Aksi Arji baru terbongkar setelah tiga hari. Saat menggali lokasi penguburan, diketahui Opung dikubur dalam keadaan tanpa busana.

“Pakaian korban dibuang oleh pelaku ke tebing,” ungkap Kapolres.Penyidik kini sedang memberkas Arji.


Penulis: nov
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments