Rabu, 28 September 2022

2 Km Pipa Induk PDAM Tak Layak Pakai, Sebabkan Kebocoran Air Hingga 46 Persen

Selasa, 28 September 2021 | 11:18:41 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

SUNGAI PENUH - Pipa induk milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Khayangan Kota Sungaipenuh yang tak layak pakai sepanjang 2 kilometer, menyebabkan kebocoran air sampai 46 persen.

Peristiwa bocornya pipa induk ini membuat penyaluran air ke rumah-rumah pelanggan menjadi tidak maksimal.

Dirut Perumda Air Minum Tirta Khayangan Kota Sungaipenuh, Hamdani, mengatakan bahwa pipa induk yang tidak layak pakai tersebut melintasi tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Sungaipenuh, Pondok Tinggi, dan Kecamatan Sungai Bungkal.

“Pipa induk tersebut jenisnya pipa asbes yang sudah berumur 40 tahun, seharusnya jenis tersebut sudah diganti dengan jenis pipa karet yang tidak mudah pecah dan bocor,’’ ujarnya, Senin (27/09) kemarin.

‘’Apabila pipa sudah diganti, maka air akan maksimal masuk ke rumah pelanggan Perumda Air Minum Tirta Khayangan,” tambah Hamdani.

Namun, kendala saat ini tidak ada anggaran untuk membeli pipa baru.

Hamdani menyampaikan, sudah mengajukan anggaran kepada Pemerintah Provinsi Jambi sebesar Rp 34 miliar. Anggaran tersebut bukan saja untuk pergantian pipa induk, melainkan juga untuk pergantian seluruh pipa yang ada di dalam Kota Sungaipenuh dan di perbatasan wilayah dengan Kabupaten Kerinci.

“Tahun 2020 kemarin sudah disetujui anggaran pergantian pipa oleh Pemerintah Provinsi Jambi sebesar Rp 8,5 miliar, namun dikarenakan adanya refocusing akibat pandemi Covid-19, maka dana tersebut urung dicairkan,” terangnya.

Tahun ini, Perumda Air Minum Tirta Khayangan Kota Sungaipenuh kembali mengajukan. Ia berharap anggaran tersebut bisa dicairkan pada 2022 mendatang, sehingga pergantian pipa induk bisa direalisasikan


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments