Kamis, 28 Oktober 2021

Penegak Hukum Diminta Tidak Tebang Pilih Berantas PETI di Bungo

Selasa, 28 September 2021 | 13:23:40 WIB


Sebuah alat berat tengah bekerja di lokasi PETI dalam wilayah Kabupaten Bungo
Sebuah alat berat tengah bekerja di lokasi PETI dalam wilayah Kabupaten Bungo / Metrojambi.com/ist

MUARABUNGO - Aktivitas penambang emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kabupaten Bungo masih menjamur. Lokasi yang sebelumnya menjadi sasaran razia petugas, kini masih tetap beroperasi kembali tanpa ada efek jera.

Penolakan terhadap penambangan illegal tersebut terus disuarakan oleh aktivis lingkungan di Kabupaten Bungo. Mereka menilai jika pemangku kebijakan dan aparat penegak hukum di Kabupaten Bungo tidak serius melakukan pemberantasan terhadap aktivitas ilegal ini.

Baca juga : Massa Datangi DPRD Bungo Tuntut Penyelesaian Masalah Penambangan Emas Ilegal

Para aktivis menilai jika penegakan hukum terhadap aktivitas PETI di Bungo masih terkesan tebang pilih. Aparat penegak hukum dinilai hanya berani mengurusi penambang bersekala kecil seperti dompeng, lanting, robin dan penambang lubang jarum.

Sementara itu, aktivitas PETI yang berskala besar dengan menggunakan alat berat jenis eskavator seakan tidak diusik.

"Saya menduga pemberantasan PETI tidak serius dan masih tebang pilih. Sering dilakukan razia, namun hanya yang skala kecil, sedangkan di Batu Kerbau sangat besar aktifitas PETI-nya dan menggunakan eskavator, tapi tidak dirazia," kata Deby Krismanto, aktivis lingkungan Bungo.

Selain itu, dugaan tebang pilih dalam penanganan hukum juga sangat terlihat ketika razia baru-baru ini. Seperti di Sungai Buluh penambang emas ditangkap, namun di kecamatan dilakukan sosialisasi. "Rasanya kalau sosialisasi bukan waktunya lagi, sebab aktivitas PETI ini sudah terjadi bertahun-tahun," sebut Deby.

"Yang lucunya jika ada Kapolda Jambi ke Bungo, aktivitas ini langsung berhenti. Terus Kapolda balik, aktivitas lanjut lagi," ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya tidak tebang pilih dalam penanganan PETI.

"Saya kira semua kita sesuai dengan legalitas saja. Tidak ada tebang pilih dalam penanganan," kata Guntur.

Dirinya juga menyangkal jika aktivitas PETI ini dibekingi oknum aparat. "Kami tidak ada oknum yang bermain," pungkasnya.

Untuk diketahui, wilayah Kabupaten Bungo saat ini hampir seluruh Kecamatan sudah di jamah oleh pelaku PETI. Parahnya lagi, lokasi sekitar Bandara Muara Bungo yang menjadi kebanggaan masyarakat Bungo juga dihancurkan PETI jenis dompeng yang terus bekerja siang dan malam.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments