Minggu, 4 Desember 2022

Candi Muaro Jambi Jadi Prioritas

Mendikbud Nadiem Makarim akan Lapor Presiden Jokowi

Kamis, 23 September 2021 | 07:09:51 WIB


Mendikbud Ristek Nadiem Makarim berdialog bersama Gubernur Jambi Al Haris dan Bupati Muarojambi Masnah Busro di komplek Candi Muarojambi, Rabu (22/9)
Mendikbud Ristek Nadiem Makarim berdialog bersama Gubernur Jambi Al Haris dan Bupati Muarojambi Masnah Busro di komplek Candi Muarojambi, Rabu (22/9) / Metrojambi.com

SENGETI - Setelah bermalam dengan Orang Rimba di Sarolangun, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim menuju situs perbukala Candi Muarojambi, Rabu (22/9). Mas Menteri –sapaan akrabnya— tampak terkesan dengan kawasan candi terluas di Asia Tenggara ini.

Baca juga : Minta Ada Sekolah di Dalam Hutan

Nadiem yang berpakaian kasual dan berselendang di kedua bahu tiba di kawasan Candi Muaro Jambi di Desa Muara Jambi, Kabupaten Muarojambi, disambut Gubernur Al Haris dan Bupati Masnah Busro. Nadiem tampak takjub melihat komplek percandian yang berdiri pada abad ke-7-12 masehi itu.

“Saya menyadari betapa besarnya potensi situs ini jika kita kembangkan. Ketika berkeliling, imajinasi saya berkembang saat melihat rumah-rumah dengan genteng-genteng Cina, ada relief-relief seperti di Borobudur,” ujarnya saat berkeliling di kawasan itu.

Baca juga : Nadiem Sebut Candi Muarojambi Area Prioritas Khusus untuk Destinasi Budaya

Dalam kunjungan itu, Nadiem menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Bupati Muarojambi dengan Direktorat Kebudayaan Kemendikbud Ristek untuk pengembangan Candi Muaro Jambi.

Nadiem juga sempat berdialog dengan seniman, pemuka adat, dan masyarakat sekitar cagar budaya. Dia mendengarkan masukan terkait perkembangan cagar budaya Muaro Jambi.

Nadiem menyampaikan, situs Candi Muaro Jambi dulunya adalah kampus perguruan tinggi filsafat Budha yang menjadi tempat bertemunya ragam kebudayaan. Katanya, kawasan percandian ini pada 500 tahun yang lalu merupakan pusat pendidikan di Asia.

Candi Muaro Jambi pada masanya merupakan kampus yang telah mengusung konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Peserta didik di Candi Muaro Jambi tersebut datang dari India, China, Tibet dan negara-negara Asia lainnya.

Banyak situs di kawasan Percandian Muaro Jambi bisa dikembangkan sehingga dikagumi di panggung dunia. Candi Borobudur dan situs candi di Asia lainnya, kata dia, memiliki corak dan kekhasan yang menyerupai Candi Muaro Jambi.

Interkoneksi antara situs percandian yang ada di Indonesia sangat erat kaitannya dengan Kawasan Percandian Muaro Jambi. Begitu pula dengan situs percandian yang ada di Asia. Kompleks Candi Muaro Jambi mencapai luas 3.981 hektare, delapan kali lebih luas dari Candi Borobudur.

Candi Muaro Jambi membentang sepanjang 7,5 kilometer dari barat ke timur tepian Sungai Batanghari.

“Setelah nantinya melapor kepada Bapak Presiden harapannya bisa mendapatkan konsensus, bahwa Candi Muaro Jambi menjadi salah satu area prioritas destinasi wisata di Indonesia,” kata Nadiem.

Saat ini hanya sekitar 11 persen kawasan Percandian Muaro Jambi yang sudah direstorasi. Sehingga membutuhkan dukungan dari Pemerintah Pusat untuk melakukan restorasi kawasan Percandian Muaro Jambi.

Untuk mendukung restorasi kawasan Percandian Muarojambi Nadiem mendorong agar MBKM dapat diimplementasikan dalam proses restorasinya. Ada ribuan mahasiswa di Indonesia yang mengambil prodi arkeologi, sejarah dan prodi lainnya yang dapat melaksanakan MBKM di kawasan Percandian Muaro Jambi.

Tidak hanya mahasiswa lintas perguruan tinggi di Indonesia, mahasiswa dari luar negeri dapat melaksanakan MBKM di kawasan Percandian Muaro Jambi.

“Akan kita dukung 100 persen untuk mengembangkan kawasan Candi Muaro Jambi ini sebagai warisan dunia,” kata pria yang sebelum menjadi menteri dikenal sebagai pengusaha start up pendiri Gojek ini.

Usai penandatanganan MoU, Nadiem dan pejabat lainnya mencoba naik becak motor (bentor) untuk melihat situs-situs bersejarah kawasan itu.     

Di sela-sela kunjungan, Nadiem yang mengenakan lacak di kepala sempat menorehkan cat dengan kuas di atas kanvas lukis yang disediakan di lokasi. Dia juga mencoba alat musik rebana saat menyaksikan seniman Muarojambi memainkan kesenian tradisional.

Di Candi Kedaton, Nadiem turut berdialog dengan penggiat budaya dan pelestari Candi Muaro Jambi, serta meminta saran dan pendapat dari penggiat budaya dan pelestari Kawasan Candi Muaro jambi tersebut.


Penulis: sdp/chy/ant
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments